10 Hari Tanpa Air Bersih, Warga Jalan Letjen Z.A Maulan Minta PDAM Balikpapan Beri Kepastian Waktu

Balikpapan – KALTIM – Antpnews110.com – Sejumlah warga di Kelurahan Sungai Nangka dan Kelurahan Damai Bahagia, Kota Balikpapan, melancarkan aksi unjuk rasa damai secara spontan. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 13.20 Wita di Jalan Letjen Z.A Maulani, Kecamatan Balikpapan Selatan. Sekitar 250 orang warga berkumpul dan memblokir ruas jalan utama sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

Dalam aksi tersebut, warga membawa alat sederhana seperti sistem suara, panci, entong, botol bekas air minum, dan ember plastik. Penutupan jalan ini dilakukan sebagai respon atas ketidaknyamanan yang mereka rasakan. Akibat tindakan itu, arus lalu lintas di lokasi terhenti sementara dan menimbulkan kemacetan.

Penyebab utama aksi ini adalah terhentinya aliran air bersih selama kurang lebih sepuluh hari. Warga menuntut PDAM Balikpapan segera mengatasi gangguan tersebut. Selain perbaikan jaringan, mereka juga meminta penjelasan rinci mengenai akar masalah serta kepastian kapan layanan beroperasi normal kembali.

Menyikapi kejadian ini, aparat kepolisian segera mendatangi lokasi. Pukul 14.09 Wita, Kepala Bagian Operasi Polresta Balikpapan Kompol Jajat Sudrajat dan Kapolsek Balikpapan Selatan Kompol Abu Sangit tiba di tempat. Mereka langsung menyampaikan imbauan agar massa membuka kembali akses jalan.

Pihak kepolisian mengingatkan bahwa aksi tersebut belum sesuai ketentuan pemberitahuan resmi. Penutupan jalan juga mengganggu kepentingan umum dan aktivitas warga lain. Namun pada awalnya, imbauan tersebut belum mendapatkan tanggapan dan warga tetap bertahan di lokasi.

Untuk mencegah situasi memanas, segera diselenggarakan pertemuan mediasi. Hadir dalam pertemuan itu perwakilan kepolisian, TNI, lurah setempat, pengelola PDAM Balikpapan, serta ketua RT dan warga. Ruang dialog ini menjadi sarana untuk mendengarkan keluhan dan memberikan penjelasan secara langsung.

Perwakilan warga H. Udin menyatakan kekecewaan karena minimnya kepastian informasi. Ia menjelaskan bahwa warga sudah berkali-kali mencari kejelasan namun belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Warga bersedia membuka jalan asalkan ada penjelasan yang jelas dan komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pihak PDAM Balikpapan yang diwakili Indra Gunawan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Ia menjelaskan bahwa setelah perbaikan awal, ditemukan kerusakan tersembunyi berupa pipa yang terlepas sehingga aliran air tidak dapat naik ke wilayah pemukiman. Gangguan ini membutuhkan waktu penanganan lebih lanjut.

Ia menambahkan bahwa proses perbaikan sedang berlangsung secara bertahap dan terus dipantau. Pihaknya menargetkan pekerjaan selesai dan aliran air kembali normal pada malam hari itu juga. Jika dibutuhkan, tenaga kerja akan ditambah agar proses berjalan lebih cepat.

Setelah mendengar penjelasan dan janji tersebut, warga mencapai kesepakatan. Jalan akan dibuka kembali demi kelancaran lalu lintas, namun disertai peringatan tegas. Jika hingga malam hari air belum mengalir sesuai kesepakatan, maka akses jalan akan ditutup kembali mulai keesokan harinya.

Pada pukul 14.42 Wita, blokade jalan pun dibuka dan arus kendaraan kembali lancar. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 15.20 Wita dalam kondisi aman dan tertib tanpa ada kejadian yang tidak diinginkan.

Ke depannya, diharapkan PDAM Balikpapan tidak hanya memperbaiki jaringan fisik, tetapi juga meningkatkan komunikasi dengan masyarakat. Penyampaian informasi secara terbuka dan berkala dapat mencegah timbulnya kekecewaan serta menghindari terulangnya aksi serupa yang mengganggu ketertiban umum.

Laporan : Suci Hamzah 

 

 

Total Page Visits: 740 - Today Page Visits: 2

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!
Secured By miniOrange