Solo, ANTPNEWS110.COM —  Tangan pria berusia 42 tahun tersebut cekatan menata bahan-bahan. Mulai dari daging ayam, taoge hingga bumbu soto. Sejurus kemudian ia menuangkan kuah ke dalam mangkok soto. Menaruh di atas baki, kemudian menyajikan untuk pengunjung warung. “Meracik bumbu soto itu lebih sulit daripada meracik itu (peledak). Sebab harus pakai perasaan supaya enak agar masyarakat suka,” ungkap pemilik warung soto, Joko Tri Harmanto atau yang akrab disapa Bang Jack, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Joko merupakan seorang mantan narapidana kasus teroris. Ia pernah terlibat dalam kasus bom Bali I. Perannya, ikut merakit bahan peledak. Joko diadili pada 2004 dan bebas pada akhir tahun 2008. Saat itu, dia mengalami kesulitan menata kehidupannya kembali di masyarakat. Tak hanya itu, Joko juga mengalami kesulitan ekonomi. “Namanya baru keluar saat itu, kondisi ekonomi memang perlu diperbaiki. Demi istri dan anak-anak,” ungkap Joko. Awal dibebaskan, Joko pernah bekerja di warung orang lain. Kemudian, ia pernah membuka wedangan atau hidangan istimewa kampung. Setahun terakhir, Joko mencoba peruntungan dengan membuka warung soto di kawasan Manang, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dulu warung soto miliknya hanya menggunakan tenda. Hingga saat ini usahanya berkembang dan Joko mampu membuat bangunan semi permanen untuk warung soto yang ia namai Warung Soto Bang Jack. “Sekarang sudah punya dua karyawan,” ungkap Joko. Kuliner menjadi jalur wirausaha yang ditempuhnya sejak awal. Sebab, Kota Solo memang terkenal dengan sebutan surga kuliner. Usaha kuliner berpeluang besar berkembang di kota ini. Konsisten berwirausaha baginya bukan tanpa halangan dan rintangan. Joko mengaku pernah mendapatkan tawaran untuk kembali ke dunianya yang dulu. Namun ia bertekad tak akan kembali terlibat dalam teror apa pun. “Fokus ke keluarga, ke anak dan istri. Kami juga berbaur terus dengan masyarakat, ikut andil dalam kegiatan di masyarakat,” ujar Joko.

Bahkan, demi menggapai rezeki yang berkah dan lancar, Joko berinisiatif menggratiskan soto bagi pelanggannya setiap hari Jumat. Kurang lebih 100 porsi ia siapkan gratis bagi masyarakat yang ingin menikmati sotonya. “Tidak takut rugi. Kami yakin dengan seperti ini justru barokah dan mendatangkan keuntungan,” ujarnya sembari tersenyum. Tak berhenti di situ, ia pun tengah merintis yayasan yang bergerak untuk mantan narapidana terorisme. Khususnya menangani persoalan ekonomi serta sosial setelah mereka kembali ke masyarakat.

Editor : Sutikno

Follow by Email
Facebook
Google+
http://antpnews110.com/dulu-meracik-bahan-peledak-kini-meracik-soto/
Twitter
Instagram

82total visits,1visits today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.