Jaga Kedaulatan Wilayah, Polda Maluku dan Imigrasi Perkuat Pengawasan di Perbatasan
Ambon – MALUKU – Antpnews110.com – Upaya menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Maluku terus diperkuat. Polda Maluku bersinergi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku guna memperketat pengawasan terhadap orang asing di kawasan perbatasan dan kepulauan strategis.
Kapolda Maluku, Irjen Pol. Dadang Hartanto, menyatakan pentingnya memperkokoh hubungan kerja sama yang sudah ada. Hal ini bertujuan agar pengawasan terhadap pergerakan orang asing maupun barang dari negara tetangga dapat berjalan jauh lebih efektif dan terukur.
Dalam pernyataannya pada Rabu (29/07/2026), Dadang menegaskan karakteristik wilayah Maluku yang berbatasan langsung dengan negara lain menuntut kerja sama erat. Sinergi kepolisian dan imigrasi menjadi kunci utama menjaga keutuhan wilayah.
Berbagai potensi ancaman menjadi alasan utama penguatan sinergi ini. Mulai dari penyusupan orang asing tanpa izin, peredaran barang ilegal, hingga kejahatan transnasional yang melintasi batas wilayah yurisdiksi negara.
Polda Maluku berkomitmen menjaga jalur komunikasi tetap terbuka lebar dengan pihak Imigrasi. Setiap kendala atau temuan di lapangan akan diselesaikan bersama secara cepat dan tidak melanggar aturan hukum yang berlaku.
Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Maluku, Gindo Ginting, menyambut baik langkah tersebut. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap Forkopimda, khususnya Polri, dalam rangka memaksimalkan pelayanan dan pengawasan keimigrasian di seluruh pelosok wilayah.
Fokus pengawasan juga diarahkan ke wilayah Kepulauan Tanimbar. Kawasan tersebut menjadi prioritas mengingat berjalannya Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Blok Masela yang membutuhkan dukungan keamanan dan ketertiban.
Pihaknya menempatkan personel khusus untuk mengawal keimigrasian di Tanimbar. Hal ini dilakukan demi mendukung kelancaran investasi strategis sekaligus memastikan kepatuhan setiap orang asing yang bekerja atau berada di lokasi proyek.
Cakupan pelayanan Imigrasi telah merata di 11 kabupaten/kota se-Provinsi Maluku. Jaringan informasi yang terbentuk memudahkan pemantauan dan pelaporan apabila ditemukan pelanggaran atau kejanggalan terkait keberadaan warga asing.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, menyoroti pentingnya kesatuan langkah kedua instansi tersebut. Sinergi dianggap sebagai modal utama menghadapi tantangan keamanan yang khas pada wilayah kepulauan dan perbatasan.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini bertumpu pada kesamaan tujuan menjaga keamanan. Lingkup pengawasan mencakup berbagai kejahatan serius mulai dari perdagangan orang, narkotika, hingga pelanggaran aturan keimigrasian.
Dengan adanya kerja sama yang solid, keamanan wilayah Maluku diharapkan semakin terjamin. Polri dan Imigrasi siap bekerja sama untuk menciptakan suasana yang aman, tertib, dan patuh hukum bagi seluruh elemen masyarakat maupun pendatang asing.
Laporan : Arina Aliyu
