Kabur Saat Dikejar, Kurir Sabu 113 Kg Tinggalkan Barang Bukti di Aceh Timur
Medan – SUMUT – Antpnews110.com – Upaya penyelundupan narkotika skala besar berhasil digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara. Sebanyak 113 kilogram sabu yang didatangkan dari jaringan internasional Malaysia berhasil diamankan, setelah kurir yang mengangkutnya melarikan diri saat dikepung petugas di wilayah Aceh Timur.
Keberhasilan pengungkapan ini diumumkan secara resmi pada Sabtu, 6 Juni 2026. Operasi ini dilancarkan setelah tim intelijen mendapatkan laporan terpercaya mengenai pergerakan barang haram yang dipindahkan menggunakan kendaraan roda empat dari wilayah Langkat dengan tujuan akhir ke Provinsi Aceh.
Kombes Pol. Andy Arisandi menyampaikan bahwa operasi dirancang dengan cermat setelah teridentifikasi satu unit mobil Toyota Innova yang bergerak mencurigakan. Kendaraan tersebut diduga berfungsi sebagai sarana utama pengangkutan narkotika yang memiliki nilai jual sangat tinggi di pasar gelap.
Petugas segera membuntuti sasaran tanpa menarik perhatian. Pengawasan terus dilakukan selama kurang lebih 90 menit, mengikuti perjalanan kendaraan yang menembus jalan raya hingga akhirnya melintas dan masuk ke dalam wilayah operasional Kabupaten Aceh Timur.
Ketika tim kepolisian memberikan isyarat agar kendaraan berhenti, pengemudi justru mempercepat laju kendaraan dan berusaha menghindar. Aksi pengejaran tidak terelakkan, hingga kendaraan pelaku kehilangan kendali dan terperosok ke parit, sementara pelaku sempat melarikan diri meninggalkan kendaraannya.
Pemeriksaan di lokasi menemukan temuan yang mencengangkan. Di dalam kendaraan tersimpan 113 kilogram sabu yang dikemas sangat rapi di dalam kemasan produk teh asal Tiongkok. Cara pengemasan ini dilakukan untuk menyamarkan wujud asli barang agar lolos dari pengawasan rutin di jalan raya.
Selain narkotika dalam jumlah masif tersebut, petugas juga menemukan barang-barang pribadi dan dokumen yang tertinggal. Berkas yang ditemukan meliputi kartu identitas, surat izin mengemudi, perangkat telekomunikasi, serta surat-surat kendaraan yang kini dijadikan bukti untuk menelusuri identitas pelaku dan jaringan utamanya.
Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan bahwa jalur penyelundupan dimulai dari Malaysia, masuk melalui jalur laut di pesisir Sumatera Utara, lalu dipindahkan lewat darat menuju Aceh untuk diedarkan lebih luas. Pihak kepolisian berjanji tidak akan berhenti sampai seluruh jaringan tertangkap dan peredaran narkoba ini diputus sepenuhnya.
Laporan : Brian S.
