Sekretaris KPA Kota Pontianak, Lusi Nuryanti.

PONTIANAK, ANTPNEWS110.COM — Sepanjang tahun 2017, Komisi Penanggulangan HIV-AIDS Kota Pontianak telah menemukan kasus temuan baru warga Pontianak yang mengalami infeksi HIV-AIDS sebanyak 140 orang.

Angka ini menurut Sekretaris KPA Kota Pontianak, Lusi Nuryanti mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya (2016) yang hanya mencapai 128 orang.

“Data orang dengan HIV-AIDS Kota Pontianak memang sidah kita data sedemikian rupa, kita sedang berharap kalau Pontianak menuju zero new infection, saat ini rata-rata 100 orang terinfeksi baru di Kota Pontianak setiap tahunnya,” ucap Lusi Nuryanti saat diwawancarai pada acara Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kalbar menggelar pertemuan koordinasi antar jejaring dalam rangka rangka memastikan jaminan kesehatan nasional. Kegiatan di langsungkan di Hotel Orchard, Jalan Gajahmada Pontianak, Rabu (11/7/2018).

Masih tingginya temuan orang yang terinfeksi baru, disebutnya menjadi pekerjaan rumah bersama semua pihak yang memiliki kepentingan.

Pihaknha dulu dalam penanganan HIV-AIDS mengepung populasi kunci, agar tak menular ini ke mana-mana.

Misalnya seks komersial, pengguna Napza suntik dan ternyata beberapa tahun terakhir fenomena berubah ke ibu rumah tangga dan mereka yang melakukan seks sesama lelaki (homo sensual) yang tinggi terjangkit HIV-AIDS.

“Jadi sekarang program sudah mulai berkembang melalui warga peduli AIDS dan lelaki yang bekerja berkelompok, kita lakukan penjangkauan dan pengobatan pada mereka yang positif. Saat ini kita juga tengah memperjuangkan para pengidap HIV -AIDS ini bisa mendapatkan program bantuan Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau BPJS dari pemerintah karena mereka juga orang tidak mampu,” jelasnya.

Diakui Lusi, Sejak lama dilakukan advokasi pada dinas sosial, dinas kesehatan dan Bappeda Kota Pontianak untuk dapat memberikan bantuan pada, orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) ini.

Namun yang paling berat adalah ketika mendata para ODHA ini, mereka takut rahasia mereka terungkap kalau mengidap HIV-AIDS , karena aturan juga mengharuskan kalau mau diberikan bantuan BPJS ini hrus satu keluarga.

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Terungkap! Ternyata Kalangan Ini

“Tapi alhamdulillah untuk gelombang pertama, KPA Pontianak telah mendapatkan 15 orang ODHA mungkin kami sadari sosialisasi belum gencar dan kami uji coba dulu mengenai program PBI ini krena terkait kerahasiaan ODHA ini,” jelasnya.

Lusi menjelaskan lima sampai enam tahun terakhir ini ODHA di Kota Pontianak mencapai 1000 an orang dan pihaknya memang belum memiliki data valid terkait siapa yang mampu dan tidak mampu.

Orang dengan HIV AIDS ini pengobatan seumur hidup, dan obatnya ditanggung negara setiap bulan biayanya sekitar Rp 200 ribu, kalau tidak patuh minum obat maka naik di lini dua maka setiap bulan biayanya mencapai Rp 1 jutaan, walaupun semuanya gratis tapi masih ada biaya yang lainnya harus dikeluarkan para ODHA untuk mendapatkan obat tersebut.

“Kami mengharapkan para ODHA untuk menggunakan JKN baik dari mandiri maupun dari Pemkot Pontianak. Kalau memang tidak mampu kami siap memfasilitasi agar ODHA ini bisa mendapatkan PBI,” jelasnya.

Saat ini Pemkot Pontianak sangat peduli dengan penanganan HIV-AIDS, dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial maupun Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak sangat peduli memberikan program dan anggaran untuk penanggulangannya.

“Menurut kami, anggaran penanggulangan HIV- AIDS di Pontianak sangat memadai, karena komitmen pemerintah setempat yang mengucurkan anggaran dan dukungan program yang ada, untuk sekretariat KPA saja pada tahun 2017 Pemkot memberikan anggaran Rp410 juta lain lagi melaui program Dinkes,” pungkasnya.

Data:
– Temuan HIV-AIDS Kota Pontianak.
* 2012 = 251 orang.
* 2013 = 118 orang.
* 2014 = 156 orang.
* 2015 = 256 orang.
* 2016 = 128 orang.
* 2017 = 140 orang.

– Ibu Rumah Tangga yang Terinfeksi HIV-AIDS.
* 2015 = 50 orang.
* 2016 = 26 orang.
* 2017 = 34 orang.

– Kasus HIV-AIDS di Kota Pontianak Berdasarkan Kecamatan Pada Tahun 2017.
* Utara = 31 orang.
* Timur = 14 orang.
* Tenggara = 12 orang.
* Selatan = 25 orang.
* Kota = 25 orang.
* Barat = 33 orang.

– Orang Terinfeksi HIV-AIDS Berdasarkan Pekerjaan di Kota Pontianak 2017.
* Swasta = 83 orang.
* Ibu Rumah Tangga = 34 Orang.
* Mahasiswa = 4 orang.
* PSK = 6 orang.
* Tidak Bekerja = 9 orang.
* Polisi, Nelayan, Pelajar, PNS masing-masing = 1 orang.

Editor : Tanto Ribowo

Follow by Email
Facebook
Google+
//antpnews110.com/terungkap-ternyata-kalangan-ini-paling-banyak-terjangkit-hiv-aids-di-kota-pontianak/
Twitter
Instagram

161total visits,2visits today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.