Gorby Daramu : Wajah Masa Depan di Tangan Remaja

Sitaro — SULUT — ANTPNEWS110.COM — Masa Remaja adalah periode transisi yang sangat penting, hal ini dikarenakan karena pada masa ini terjadi perubahan perilaku, kognitif dan neuro-biologis yang dapat meningkatkan kerentanan individu terhadap gangguan sosio-emosional dan berbagai masalah kesehatan.

Bagi pemilik nama lengkap Pnt. dr. Gorby Santinus Janis Daramu, S. Ked, dunia remaja saat ini menghadapi perubahan yang jauh lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, terutama karena pengaruh teknologi digital dan sosial – ekonomi keluarga. Remaja menghadapi krisis kesehatan mental dan tekanan emosional yang terjadi dalam kehidupan remaja setiap hari, kecanduan terhadap internet dan krisis identitas diri, serta kurangnya pengetahuan bagi kesehatan diri.

“Dalam 5 tahun terakhir memberi diri dalam pelayanan Remaja, saya belajar menjadi peka dengan masalah-masalah dalam dunia remaja,” kata laki-laki yang berprofesi sebagai dokter ini.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu landasan bagi Gorby bersama rekan-rekannya untuk mengembangkan program pelayanan yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menjawab kebutuhan remaja di tengah perubahan zaman.

“Bersama teman-teman mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan program-program bagi Remaja yang menumbuhkan Iman serta menghadirkan Wajah Allah yang humanis bagi semua orang, ” sambung Gorby, yang juga merupakan Pengurus Pelka Remaja GMIST Jemaat Ulu ini periode 2021-2026.

Menurutnya, spiritualitas remaja merupakan hal yang penting dari pembentukan identitas iman dalam masa transisi menuju kedewasaan.

Ia juga menilai bahwa perubahan fisik dan sosio-emosional pada masa remaja turut memengaruhi sikap, perilaku seksual, serta cara mereka memahami diri sendiri dan lingkungan sosialnya.

“Maka dari itu remaja perlu dibimbing untuk mencari jati diri dan dipersiapkan untuk menjadi Pemimpin Masa depan Gereja.” Ujar tegas dokter Gorby sapaan akrab dari beliau.

Ketua Pelayanan Kategorial Remaja GMIST Jemaat Ulu 2026 – 2031 juga menambahkan bahwa ditengah pesatnya perkembangan teknologi, remaja saat ini tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dibanding Generasi sebelumya. Generasi Z menjawab tantangan Generasi Alpha. Baginya kedua generasi ini justru memiliki semangat adaptasi dan kreativitas.

Berbagai persoalan remaja menunjukkan bahwa pelayanan gereja perlu terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. dr. Gorby melihat perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi sebagai bagian penting dalam memahami kehidupan Generasi Alpha. Sebagai bagian dari Generasi Z, ia memiliki perspektif tersendiri terhadap dinamika generasi muda yang kini menghadapi tantangan berbeda dari generasi sebelumnya

“Masalah remaja saat ini perlu dijawab dengan solusi lintas sektor. Diantaranya Gereja, Keluarga, penegak hukum dan Sekolah,” ujarnya tersenyum sambil menunjukkan gestur mengajak.

Bagi dia, gereja bukan hanya tempat untuk beribadah, melainkan juga ruang bagi remaja untuk belajar, bertumbuh, mengembangkan potensi, dan mengambil bagian dalam pelayanan. Sebab, masa depan gereja tidak hanya bergantung pada program yang dijalankan, tetapi juga pada bagaimana remaja didampingi untuk menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, kreatif, dan peduli terhadap sesama. Mereka bukan hanya generasi yang akan meneruskan pelayanan kelak, tetapi juga bagian dari kehidupan gereja yang perlu diberi ruang untuk berkarya sejak hari ini.

Ia menambahkan, remaja perlu diberikan ruang yang aman, terbuka, dan tidak menghakimi agar mereka merasa nyaman dalam menyampaikan persoalan yang dihadapi. Selain itu, peningkatan literasi, penanaman apresiasi diri, serta edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam membekali remaja menghadapi berbagai tantangan di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, pelayanan remaja tidak selalu harus dimulai dengan program besar. Kesediaan untuk mendengarkan, memberikan ruang bagi remaja untuk menyampaikan pendapat, serta melibatkan mereka dalam kegiatan pelayanan merupakan langkah sederhana yang dapat membawa dampak berarti.

“Remaja perlu disediakan ruang tanpa tidak menghakimi mereka, perlu dibimbing untuk meningkatkan literasi, menanamkan apresiasi diri serta perlu diberikan edukasi kesehatan.” pungkas dia.

Laporan : Jemi Lahutung

 

Total Page Visits: 42 - Today Page Visits: 42

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!
Secured By miniOrange