Makkah (Kemenag) ANTPNEWS110.COM —  Nama Syamsiyah (76) jemaah asal Kloter UPG-017 Makassar jadi perbincangan di media sosial sejak tiga hari lalu. Gara-garanya, ada seorang netizen yang merasa Syamsiyah adalah neneknya yang hilang 20 tahun lalu. 

Bagaimana fakta sebenarnya? Tim Media Center Haji (MCH) Makkah melakukan penelusuran, Senin (27/08) siang waktu Saudi. Ditemui di Hotel Sadaf Makkah (Pondokan Nomor 317) kawasan Syisyah-Raudhah, kondisi Syamsiyah terbaring di kasur. Ia menderita gangguan pernafasan ringan.

Syamsiyah didampingi suami tercinta, M. Thayyib Shakib (76). Pasangan ini menikah sejak 1968 silam di Sinjai, Sulawesi Selatan. Setahun pascamenikah dikaruniai seorang anak bernama Kamaruddin. Pasangan Thayyib dan Syamsiyah pada 1972 memutuskan merantau ke Jayapura.

Sementara Kamaruddin, putra semata wayang kini berprofesi sebagai guru MTsN. “Anak dan menantu saya kini tinggal di Fak-Fak, Papua Barat,” ujar Thayyib. “Mereka punya lima anak, satu kuliah di Gorontalo, satu di Sorong dan tiga ikut orang tuanya di Fak-Fak,” imbuh Thayyib yang baru saja menunaikan thawaf ifadhah ini.

Pasangan Thayyib-Syamsiyah sempat lama tinggal di Jayapura, namun kini sudah kembali lagi ke Sulawesi. Pada tahun 2011, sebelum pindah ke Sulawesi, Toyib dan Syamsiyah mendaftar haji lewat Jayapura.

Apakah benar punya cucu yang tinggal di Jakarta? “Tidak, cucu saya ya lima orang itu tadi,” tegas Thayyib. Pria yang dulu berprofesi sebagai pekerja bangunan ini juga menampik jika istrinya pernah menghilang selama dua puluh tahun.

“Kami selalu bersama dalam suka maupun duka, istri saya tak pernah menghilang,” sambungnya. Petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter UPG-017, Dana Yunanita, yang sedari tadi menemani ikut menimpali, “Bapak ini selama di hotel tiap dua jam selalu menengok keadaan Ibu (Syamsiyah),” katanya.

Kisah viralnya Nenek Syamsiyah dan cerita netizen yang mengaku kehilangan nenek selama 20 tahun berawal saat Syamsiyah melakukan thawaf di Masjidil Haram pada Rabu (08/08). Anggota Tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) M Agus Pribowo kemudian memberikan pertolongan kepada Syamsiyah.

Proses pertolongan, dari mulai pemeriksaan awal hingga menggendong ke terminal Syib Amir, yang diberikan Agus ini didokumentasikan oleh tim P3JH. Dokumentasi pertolongan dan wawancara terhadap Agus ini kemudian diberitakan oleh tim MCH.

Lebih dari dua pekan berselang, pertolongan Agus ke Syamsiyah itu ditonton via layar kaca oleh netizen Earline yang menggunakan akun Twitter @lighttcandle. Si pemilik akun kemudian merasa bahwa Syamsiyah merupakan neneknya yang hilang sejak 20 tahun lalu. Apalagi si nenek hilang itu juga bernama Syamsiyah.

Di Twitter, Earline lantas menghubungi berbagai pihak mulai dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, akun resmi Kemenag dan pihak-pihak lain untuk mengetahui mengenai informasi soal Syamsiyah.

Setelah melakukan penelusuran, MCH lantas menghubungi ke nomor seluler @lighttcandle mengenai unggahannya, namun belum direspons. Di sisi lain, Agus Pribowo petugas haji yang menolong Syamsiyah, mengaku sempat berkomunikasi dengan netizen tersebut. Dari hasil komunikasi itu disimpulkan, Syamsiyah yang sedang beribadah haji dengan nenek yang 20 tahun hilang, merupakan dua orang yang berbeda.

“Ternyata bukan ibu Syamsyiah ini. Ibu Syamsiyah yang di sini binti Mangarinang. Yang dicari netizen Syamsiyah binti Laowe meski katanya memiliki wajah yang mirip,” terang Agus.

Petugas Kloter UPG-017 menambahkan, tanggal 1 September 2018 nanti kloternya akan bergerak ke Madinah dan 10 September 2018 akan pulang ke Tanah Air melalui Debarkasi Makassar.

Editor : Rommy Sumampow

Follow by Email
Facebook
Google+
http://antpnews110.com/kisah-syamsiyah-dan-netizen-kehilangan-nenek-selama-20-tahun/
Twitter
Instagram

51total visits,1visits today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.