MR (34) Kabur 2 Tahun Usai Tikam 2 Korban, MR “Dilumpuhkan” Timsus Maleo
Minut – Sulut, ANTPNEWS110.COM – Humas Polda Sulut – Pelarian tersangka penganiayaan dengan sajam (senjata tajam), MR (34), oknum warga Lumpias, Dimembe, Minahasa Utara sejak 2018 silam, berakhir di tangan Timsus Maleo Polda Sulut, Minggu (05/07/2020), sekitar pukul 20.00 WITA.
Tersangka diketahui menganiaya dua korban, Michael Tumbol dan Damianus Tumbol, di Wangurer Jaga IV, Likupang Selatan, Minahasa Utara, Minggu (19/08/2018) silam. Mengakibatkan satu korban mengalami luka parah, bahkan satu lainnya cacat permanen.
Kejadiannya, sekitar pukul 01.00 WITA kedua korban dan teman-temannya sedang minum miras (minuman keras) disalah satu rumah warga di Desa Wangurer. Tersangka dan kedua korban terlibat selisih paham.
Seketika itu juga tersangka mencabut sebilah sajam jenis pisau ‘besi putih’ dari pinggangnya, lalu menikam kedua korban. Kejadian ini kemudian dilaporkan pihak korban ke Polsek Likupang.
Polisi segera melakukan pengejaran, namun ternyata tersangka melarikan diri ke Makassar dan Papua. Awal tahun 2020 tersangka diketahui kembali ke wilayah Sulut, dan tak lama kemudian kabur ke wilayah Gorontalo.
Hingga sesaat sebelum tertangkap, keberadaan tersangka di wilayah Minahasa Utara diam-diam diketahui oleh pihak korban, yang kemudian diinformasikan melalui media sosial group Face Book Maleo Team Polda Sulut.
Timsus Maleo dipimpin Kanit, Iptu Fadhly langsung memimpin personel untuk memburu tersangka. Beberapa waktu kemudian, tersangka berhasil diringkus di wilayah Maruwasei, Tumpaan, Minahasa Selatan.
Tersangka kemudian dibawa menuju Polsek Likupang, Minahasa Utara. Namun dalam perjalanan, tersangka berupaya kabur dan melawan petugas.
Karena tak mengindahkan tiga kali tembakan peringatan, tersangka kemudian terpaksa ‘dilumpuhkan’ dengan ‘timah panas’ oleh petugas, di bagian kakinya.
Terpisah, Katimsus Maleo Polda Sulut, Kompol Prevly Tampanguma membenarkan hal tersebut. “Tersangka sudah diserahkan ke Polsek Likupang untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kuncinya.
Laporan : Sofyan Taib
