Perkuat Ideologi dan Akademik, GMNI Balikpapan Resmi Miliki Pengurus Baru Periode 2026–2028

Balikpapan – KALTIM – Antpnews110.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Balikpapan resmi menahkodai kepemimpinan baru untuk periode 2026–2028. Prosesi pelantikan berlangsung sukses pada Sabtu sore, 23 Mei 2026, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, berlangsung dari pukul 14.35 hingga 16.08 Wita. Mengusung semangat persatuan dan pengabdian, tema kegiatan yang diangkat adalah “Bersatu dalam Gerak, Tumbuh dalam Perjuangan, Hadir untuk Rakyat”.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari unsur pemerintah daerah, lembaga penyelenggara pemilu, pimpinan organisasi tingkat provinsi, hingga rekan sejawat dari berbagai organisasi kemahasiswaan. Turut hadir di antaranya Staf Ahli Bidang Pemerintahan Adwar Skenda Putra, Komisioner Bawaslu Kaltim Wamustofa Hamzah, Ketua DPD GMNI Kaltim A.M. Dodi Prabowo, serta para ketua organisasi Cipayung Plus dan BEM Kota Balikpapan yang memberikan dukungan penuh terhadap regenerasi organisasi ini.

Susunan acara berjalan lancar, diawali dengan tarian penyambutan, penyanyian lagu-lagu kebangsaan dan organisasi, serta doa bersama. Ketua Panitia, Naya, dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, baik secara moril maupun materil. Ia menekankan bahwa pelantikan ini adalah wujud nyata komitmen untuk menjaga marwah organisasi, memperkokoh kaderisasi, dan mewujudkan gerakan mahasiswa yang benar-benar berpihak pada rakyat kecil.

Ketua DPC GMNI Balikpapan periode sebelumnya, Maha Sakti Esa Jaya, dalam sambutan perpisahannya mengingatkan para kader agar tidak lengah melihat realitas bangsa. Mengutip pemikiran Bung Karno, ia menegaskan bahwa penjajahan masa kini hadir dalam bentuk yang berbeda namun tetap menindas. Gerakan mahasiswa tidak boleh hanya berhenti di ruang diskusi, melainkan harus turun langsung menyatu dengan rakyat karena sejarah membuktikan perubahan besar hanya lahir dari perjuangan nyata.

Sementara itu, Ketua DPD GMNI Kaltim, A.M. Dodi Prabowo, memberikan apresiasi atas terlaksananya pelantikan meski sempat terkendala dinamika internal. Ia menyoroti tantangan nyata yang dihadapi daerah seperti banjir, kerusakan lingkungan, dan aktivitas ilegal. Oleh karena itu, ia mendorong pendirian pusat kajian dan advokasi agar setiap perjuangan memiliki dasar akademis yang kuat, sejalan pesan Bung Karno agar kader GMNI tidak hanya bergerak tetapi juga cerdas secara ilmu pengetahuan hingga jenjang tertinggi.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Adwar Skenda Putra mengapresiasi langkah strategis organisasi. Ia menilai tema pelantikan sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah saat ini. Mahasiswa disebut sebagai garda terdepan agen perubahan yang memiliki lima fungsi krusial: transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, mitra strategis, kekuatan moral, dan pelopor aksi sosial. Peran ini sangat dibutuhkan seiring pesatnya pembangunan Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara.

Lebih lanjut, Adwar berharap GMNI dapat menjadi mitra kritis namun konstruktif bagi pemerintah. Di tengah kemajuan ekonomi dan infrastruktur, masih ada tantangan seperti kesenjangan sosial, kualitas sumber daya manusia, dan masalah lingkungan. Mahasiswa diharapkan tidak menjadi penonton, melainkan memberikan gagasan dan solusi nyata. “Organisasi yang sehat adalah yang menjaga tradisi diskusi dan berani menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Anggota Komisioner Bawaslu Kaltim, Wamustofa Hamzah, memberikan pesan mendalam soal persatuan antarorganisasi. Ia mengingatkan bahwa meski memiliki bendera berbeda, tujuan akhir perjuangan adalah kemajuan Balikpapan. Ia menyoroti fenomena sosial dan lingkungan, seperti masalah banjir atau genangan air, yang sering kali rencana penanganannya tidak berjalan sesuai harapan. Di sinilah peran mahasiswa untuk mengawal agar kebijakan pemerintah tepat sasaran.

Wamustofa juga menekankan etika dan intelektualitas dalam bergerak. Menurutnya, turun ke jalan adalah pilihan terakhir, namun sebelum itu harus ada kajian matang dan data yang jelas. “Jangan sampai datang ribuan orang, tapi saat ditanya masalahnya apa malah bingung sendiri,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar hubungan dengan pemerintah tetap profesional, di mana kritik keras boleh disampaikan namun tidak memutus tali silaturahmi dan dukungan fasilitasi.

Momen puncak acara adalah pelantikan resmi Ibrahim Lamadaju sebagai Ketua DPC GMNI Balikpapan periode 2026–2028. Ia didampingi oleh jajaran pengurus yang solid dan memiliki fokus kerja beragam mulai dari organisasi, politik, kaderisasi, hingga kesekretariatan. Struktur ini dibentuk untuk menjawab kebutuhan organisasi yang semakin kompleks dan dinamis di tengah tuntutan zaman.

Dalam sambutan pertamanya, Ibrahim Lamadaju menegaskan bahwa pelantikan ini adalah peneguhan komitmen ideologis, bukan sekadar seremonial. Ia mengutip kembali Marhaenis Prasetya tentang “pejuang pemikir dan pemikir pejuang”. Kepemimpinannya akan berfokus pada isu-isu nyata masyarakat, mulai dari pendidikan, demokrasi, lingkungan hidup, hingga ketimpangan ekonomi, dengan tetap berakar pada nilai nasionalisme dan ajaran Bung Karno.

Ia berjanji akan menjaga GMNI tetap menjadi rumah perjuangan yang dekat dengan rakyat. Soliditas organisasi dan penguatan kaderisasi menjadi prioritas utama agar lahir kader-kader tangguh yang mampu meneruskan estafet perjuangan. Ibrahim berharap ke depan GMNI Balikpapan semakin progresif dan konsisten memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan pelantikan ditutup pada pukul 16.08 Wita dengan lancar dan aman. Usai sesi foto bersama seluruh pengurus dan tamu undangan, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan internal organisasi untuk menyusun langkah kerja awal. Suasana optimisme dan semangat baru terasa mengisi ruangan, menjadi modal awal bagi kepengurusan baru dalam menjalankan amanah dua tahun ke depan.

Dengan berakhirnya acara ini, masyarakat Balikpapan kini menantikan langkah nyata dari kepemimpinan baru GMNI. Diharapkan, kehadiran organisasi ini semakin terasa manfaatnya, mampu menjawab tantangan daerah, serta menjadi kekuatan yang menjaga demokrasi dan kesejahteraan warga Kota Balikpapan sesuai tema yang diusung: Bersatu, Tumbuh, dan Hadir untuk Rakyat.

Laporan : Suci Hamzah 

 

Total Page Visits: 1218 - Today Page Visits: 1

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!
Secured By miniOrange