Garatta TBC, Sinergi Dinkes P2KB dan Polda Sulbar Kejar Target Eliminasi
Mamuju – SULBAR – Antpnews110.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat mengadakan pertemuan kerja sama dengan Polda Sulawesi Barat. Fokus utama pertemuan ini adalah memperkuat kerja sama dalam rangka mempercepat proses eliminasi penyakit tuberkulosis di daerah tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian nyata dari penerapan Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi Tuberkulosis atau Garatta TBC. Pendekatan ini mengutamakan kerja sama lintas sektor sebagai kunci keberhasilan pengendalian dan penanggulangan kasus TBC.
Pertemuan dipimpin oleh Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulbar yang didampingi Sekretaris Dinkes P2KB, dr. Marintani Erna Dochri. Hadir pula Direktur Binmas Polda Sulbar Kombes Pol Prasetya Sejati, Kabid Dokkes Polda Sulbar dr. Elvis Jefferson, serta tim pelaksana program dari kedua instansi.
Data yang disajikan menunjukkan bahwa pada semester pertama tahun 2026, jumlah kasus TBC yang diperkirakan ada di Sulawesi Barat mencapai 5.504 kasus. Namun, sampai dengan akhir Juni 2026, jumlah kasus yang berhasil ditemukan masih di angka 1.743 kasus saja.
Di sisi lain, jumlah kontak erat yang berisiko tertular diperkirakan mencapai 7.249 orang. Sayangnya, baru 365 orang di antaranya yang telah menjalani Terapi Pencegahan Tuberkulosis. Kondisi ini mengindikasikan masih ada tantangan besar yang harus segera dijawab.
Pihak Dinkes P2KB menyampaikan bahwa mengandalkan tenaga kesehatan semata tidak akan cukup untuk mempercepat eliminasi TBC. Oleh karena itu, keterlibatan kepolisian sangat dibutuhkan mengingat jangkauan jaringannya yang luas hingga ke lingkungan masyarakat paling bawah.
Melalui kerja sama ini, kepolisian diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan upaya penemuan kasus, penelusuran riwayat kontak, serta memastikan masyarakat yang berisiko mendapatkan akses terapi pencegahan. Semakin cepat tindakan diambil, semakin efektif pengendalian penyebaran penyakit.
Kabid Dokkes Polda Sulbar dr. Elvis Jefferson juga menekankan peran strategis rumah sakit dalam proses ini. Menurutnya, banyak kasus TBC baru diketahui pertama kali saat pasien berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut.
Oleh sebab itu, rumah sakit harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam jaringan penanganan TBC. Setiap kasus yang ditemukan di sana harus segera ditindaklanjuti, didata, dan dipantau hingga pengobatan selesai secara tuntas untuk mencegah kekambuhan dan penularan lebih lanjut.
Dengan penguatan sinergi yang terbangun, baik Dinkes P2KB maupun Polda Sulbar menyampaikan optimisme. Melalui koordinasi yang teratur, dukungan data yang akurat, serta keterlibatan seluruh pihak, target percepatan eliminasi TBC di Sulawesi Barat diyakini dapat tercapai dengan lebih baik.
Laporan : Arina Aliyu
