Jaringan Uang Palsu Lintas Sumatera-Jakarta Terungkap, Dua Orang Diamankan

LAMPUNG — ANTPNEWS110.COM — Polda Lampung berhasil mengungkap dugaan jaringan peredaran uang palsu lintas wilayah Sumatera–Jakarta. Sebanyak Rp980 juta uang palsu berhasil diamankan dan dua orang telah ditangkap, sementara satu orang lainnya masih diburu petugas.

Nilai uang palsu yang disita mencapai Rp980 juta, terdiri atas 9.800 lembar pecahan Rp100.000. Jumlah tersebut dinilai besar dan diduga bagian dari operasi jaringan yang lebih luas.

Kasus bermula saat petugas menangkap seorang kurir berinisial AR di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Dari penangkapan ini, polisi kemudian melacak jejak hingga menemukan sosok pemberi perintah yang berada di luar wilayah Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa pelaku utama berinisial S berhasil diamankan di tempat pangkas rambut di wilayah Medan, Sumatera Utara pada Selasa (03/11/2026).

Penangkapan di Medan ini dilakukan tim Subdit II Ditreskrimsus Polda Lampung. Operasi berjalan lancar dan pelaku langsung dibawa ke Lampung untuk proses hukum selanjutnya.

Saat ini, polisi telah menahan dua orang tersangka. AR berperan sebagai kurir yang mengantar uang, sedangkan S berperan sebagai pemilik sekaligus orang yang memberikan perintah pengiriman.

Dalam pemeriksaan awal, S menyebut uang tersebut sebagai sisa dana yang berkaitan dengan kegiatan Pemilu 2024. Penyidik menelusuri kebenaran informasi tersebut dengan menggali lebih dalam.

Selain itu, kedua tersangka mengaku pernah mengirim uang palsu ke Jakarta pada tahun 2025. Namun, ada perbedaan keterangan mengenai waktu pelaksanaan dan tujuan pengiriman saat itu.

“Masih dilakukan pendalaman karena terdapat perbedaan keterangan antara kedua tersangka terkait waktu dan tujuan penggunaannya,” jelas Yuni.

Untuk kasus terbaru pada Oktober 2026, S menyebut uang dikirim atas pesanan seseorang berinisial A dan disebut-sebut untuk keperluan demonstrasi. Polisi belum membenarkan kebenaran informasi tersebut dan terus menelusuri sosok A.

Pihak kepolisian kini memburu A dan meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Penyelidikan terus berjalan untuk memastikan seluruh jaringan dapat dibongkar sepenuhnya.

“Pengembangan masih terus dilakukan untuk mengungkap pihak pemesan, sumber perolehan, dan kemungkinan adanya jaringan lain dalam perkara ini,” tegas Yuni.

Laporan : Brian S.

 

Total Page Visits: 9 - Today Page Visits: 9

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!
Secured By miniOrange