Kapal Yacht Balamara Berbendera Australia Ditemukan Kandas Tanpa Awak di Rote Ndao
Rote Ndao – NTT – Antpnews110.com – Warga Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, terkejut menemukan sebuah kapal asing jenis yacht berbendera Australia yang terdampar di kawasan Pantai Duile, Dusun Oesosole, pada Selasa, 16 Juni 2026 pagi.
Kapal yang tercatat bernama Balamara itu berada dalam keadaan kandas tepat di bibir pantai. Tidak terlihat keberadaan nahkoda, anak buah kapal, maupun penumpang di seluruh bagian kapal. Aparat kepolisian segera bertindak mengamankan lokasi dan memulai penyelidikan.
Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, menyatakan bahwa kabar mengenai keberadaan kapal itu pertama kali disampaikan oleh warga yang melihatnya secara langsung.
“Segera setelah menerima laporan, tim dari Polsek Rote Timur langsung meluncur ke lokasi. Sesampainya di tempat, petugas mendapati kapal yacht berbendera Australia dalam kondisi kandas dan kosong tanpa penghuni,” kata AKBP Mardiono.
Dari hasil pengecekan awal, ditemukan berkas-berkas yang memuat data lengkap kapal. Tercatat nama kapal Balamara, tipe Adams Traditional 36, nomor lambung AU-WWA072974, serta menggunakan mesin buatan Volvo Penta.
Selain dokumen identitas, di dalam kapal juga ditemukan sejumlah barang milik. Di antaranya satu unit sistem penentuan posisi, tas berisi pakaian pribadi, satu peralatan bor listrik, dan satu unit televisi.
“Semua barang dan dokumen yang ditemukan sudah kami amankan sebagai bahan penyelidikan. Di sekitar lokasi juga dipasang garis polisi agar tidak ada orang yang sembarangan masuk dan mengganggu proses pemeriksaan,” ungkapnya.
Pihak kepolisian telah menjalin komunikasi dengan instansi berwenang. Tujuannya untuk mengetahui penyebab kapal bisa terdampar di perairan Rote Ndao serta melacak keberadaan pemilik dan orang yang mengemudikan kapal tersebut.
“Kami masih terus menyelidiki rute pelayaran kapal ini, mengapa bisa berakhir di wilayah Rote Timur, dan ke mana perginya seluruh awaknya. Semua kemungkinan akan kami teliti bersama tim terkait,” tegasnya.
Sambil melaksanakan penjagaan, aparat juga menghimbau kepada masyarakat setempat. Warga diminta menjauhi area kapal dan tidak mengambil barang apa pun yang ada di dalamnya.
“Mari kita jaga bersama kondisi lokasi ini dan hindari tindakan yang merugikan. Jika ada warga yang mengetahui informasi tambahan terkait kapal ini, harap segera menghubungi petugas yang bertugas,” tambah Kapolres.
Kejadian ini menjadi sorotan mengingat posisi geografis Kabupaten Rote Ndao. Wilayah ini termasuk daerah terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan internasional dan menjadi jalur utama pelayaran menuju Australia.
Sampai saat ini, suasana di sekitar lokasi penemuan kapal tetap aman dan terkendali. Petugas kepolisian terus berjaga sambil menunggu arahan dan langkah penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.
Laporan : Arina Aliyu
