Kementerian Pertanian Ungkap Dugaan Praktik Kecurangan Beras, Konsumen Rugi Hingga Rp.99 Triliun

Jakarta – Antpnews110.com — Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini mengungkap skandal besar dalam perdagangan beras yang sangat mengejutkan! Dugaan praktik kecurangan dalam perdagangan beras menyebabkan kerugian konsumen hingga Rp.99,35 triliun akibat manipulasi kualitas dan harga di tingkat distribusi. Ini merupakan salah satu kasus terbesar dalam sejarah perdagangan beras di Indonesia.

Mentan mengungkapkan bahwa produksi padi saat ini sangat tinggi, bahkan tertinggi dalam 57 tahun terakhir dengan stok hingga saat ini mencapai 4,15 juta ton. Namun, ditemukan anomali dalam perdagangan beras di pasar-pasar besar Indonesia. “Kami cek bersama di pasar 10 provinsi, kota besar Indonesia. Kami cek, mulai mutu kualitas, timbangannya, beratnya dan seterusnya. Ternyata ada yang tidak pas, termasuk HET,” jelas Mentan.

Kementan bersama Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan, Kejaksaan hingga Kepolisian turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan terkait hal tersebut. Berdasarkan hasil temuan, ditemukan bahwa sebagian besar sampel beras tidak sesuai dengan standar kualitas dan harga. “Potensi kerugian kita Rp99,35 triliun. Dan inilah hasil kita bersama, hasil tim turun ke lapangan,” tambah Mentan.

Pengambilan sampel dilakukan pada 6-23 Juni 2025 telah terkumpul 268 sampel beras dari berbagai titik di 10 provinsi. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak pengusaha yang melakukan kecurangan dalam perdagangan beras. Mentan menegaskan bahwa pihaknya memberikan tenggat waktu 14 hari ke depan untuk para pengusaha agar berbenah dan tidak melakukan kecurangan serupa.

Apabila hal itu masih ditemukan, maka segera tidak tegas secara hukum yang berlaku. “Mulai hari ini kami minta berbenah, tidak lagi menjual harga beras di atas HET, periksa mereknya masing-masing bila tidak turun berhadapan dengan pemerintah,” tegas Mentan. Kementan berharap para pengusaha dapat mematuhi aturan dan tidak melakukan kecurangan lagi.

Dengan demikian, Kementan berharap dapat melindungi konsumen dari praktik kecurangan dalam perdagangan beras. Kementan juga berharap dapat menciptakan perdagangan beras yang lebih transparan dan adil. “Kita tidak ingin salah dalam menyampaikan informasi, karena ini sangat sensitif,” jelas Mentan.

Dalam kesempatan ini, Kementan mengajak masyarakat untuk terus memantau perdagangan beras dan melaporkan jika ditemukan kecurangan. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan dapat tercipta perdagangan beras yang lebih baik dan konsumen dapat terlindungi dari praktik kecurangan.

Laporan : Tholut 

 

Total Page Visits: 461 - Today Page Visits: 1

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!
Secured By miniOrange