Jab…Strike…Jab…Jab…Strike…Strike… hampir satu jam latihan, bagi pemula seperti saya, jurus itu saja yang diulang-ulangi. Banjir keringat. Posisi badan harus benar. Kuda-kuda harus mantap. Pandangan fokus sasaran. Tangan setelah memukul harus diposisi menutupi pipi. Itulah gerakan dasar olahraga Muaythai. Sedangkan tahapan gerakan lainnya dilakukan setelah berkali-kali latihan.

Seni bela diri Muaythai merupakan olahraga yang berasal dari Thailand. Jab, adalah salah satu teknik gerakan memukul. Dalam muaythai yang diutamakan adalah gerakan tangan yang ditinjukan secara lurus dengan target wajah atau area tubuh bagian depan sang lawan seperti halnya jab pada teknik dasar tinju.

Teknik gerakan memukul ini pada umumnya adalah kejutan dari gerakan strike. Strike, yaitu gerakan memukul, sewaktu tangan sebelah kiri melakukan pancingan terhadap lawan menggunakan gerakan hook, tangan yang lain harus sudah siap meluncur ke arah area tubuh depan lawan secara lurus. Target dari pukulan ini adalah wajah dan strike sendiri juga termasuk gerakan yang lebih berbobot bila dibandingkan dengan teknik jab. Gerakan ayunan dari teknik strike lebih ke belakang sehingga tenaga yang dihasilkan lebih besar. sedangkan dua teknik lainnya adalah hook dan uppercut. Katanya nanti dipelajari kalau sudah ja dan strike sudah mantap.

Bersama beberapa orang lainnya saya berlatih di sebuah ruangan di GOR Sadurengas, Tapis – Tana Paser. Ada yang berstatus masih pelajar sampai “emak-emak”. Dengan fasilitas yang sebagian hampir usang, setiap selasa, kamis dan sabtu kami pasang sarung tinju dan menggebuk. yang tentu saja setiap orang dengan motivasi yang beda-beda. Ada yang untuk cari keringat alias berolahraga, ada yang pengen kurusan dan ada pula yang  memang untuk mengikuti pertandingan atau kejuaraan. Kalau saya sih pengen terlihat sedikit garang dan modus. Modus, karena kali ini misi saya adalah mengintip sang pelatih yang juga pernah atlet Karate, Wushu dan sekarang Muaythay. Jika dilihat cabang olahraganya hampir sejenis.

Nur Hadijah (32 tahun). Ia sedang giat berlatih untuk persiapan laganya di event One Pride Tv One pada awal Oktober ini. Bersama sang suami, Fitriansyah (38 tahun) yang juga  pelatihnya menyiapkan sebaik-baiknya untuk event tersebut dan sedikit galak. Dijadwalkan  tim Tv One akan menjejakkan langkahnya ke Tana Paser secara ekslusif melihat lebih dekat persiapan Hadijah.

Sepak terjang Hadijah bukanlah anak kemaren sore. Sudah 15 tahun dia bergelut. Sejak tahun 2003 telah mengawali karirnya sebagai atlet Karate kemudian tahun 2006 menjadi atlet Wushu yang biasanya didominasi kaum adam. Sederet prestasi telah diraihnya, diantaranya tahun 2011 Kejurda Juara 3 Pra PON di Makasar, tahun 2015 Kejurda Juara 1  2017  Juara 1 Kejuaraan Tingkat Provinsi Kaltim. Ditahun yang sama mengikuti even Ksatria Fight Muaythai di Tanggerang sabet Runner Up. Tahun 2018 ikut Audisi One Pride TV One. Deretan prestasi ini tentu mengharumkan nama Kabupaten Paser hingga tingkat nasional.

Sejak tahun 2015 wanita hitam manis berhijab ini telah mengambil lisensi sebagai juri/wasit Provinsi Kaltim. Tahun 2016 telah memiliki sertifikasi sebagai wasit/juri Nasional. Pada Asean Games 2018 yang baru saja usai, Ia turut ambil bagian sebagai Wasit/Juri NTO (National Technical Official).

Atlet kelas profesional ini berharap warga Kabupaten Paser khususnya, dan Kalimantan Timur bisa mendukung dan turut menyaksikan laga tandingnya di One Pride TV One yang akan tayang pada Oktober ini, setelah menang tanding pada 6 Oktober lalu.

Laporan : A. Syarkawi

Follow by Email
Facebook
Google+
//antpnews110.com/mengintip-nur-hadijah-dalam-persiapan-tanding/
Twitter
Instagram

89total visits,89visits today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.