Satgas Tetapkan 7 Tersangka: Pembakaran Pesawat dan Pembunuhan Pilot di Yahukimo Terkait KKB

Timika – PAPUA – Antpnews110.com – Satgas Operasi Damai Cartenz‑2026 merilis perkembangan penting dalam penyidikan kasus pembakaran pesawat registrasi PK‑RCY milik PT Associated Mission Aviation dan pembunuhan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Kapten Nicholas F. Goselin. Peristiwa terjadi di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo.

Informasi resmi disampaikan dalam jumpa pers di Timika, Rabu (08/07/2026) oleh Kasatgas Humas Kombes Pol. Yusuf Sutejo dan Kasatgas Penegak Hukum Kombes Pol. I Gusti Gde Era Adhinata.

Penyidik melaksanakan pemeriksaan tempat kejadian perkara pada Sabtu (04/07/2026) berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/26/VI/2026/SPKT.Satreskrim/Polres Yahukimo/Polda Papua tanggal 2 Juli 2026 tentang dugaan tindak pidana pembunuhan dan gangguan keselamatan penerbangan.

“Sesampainya di lokasi, tim segera mengamankan dan membersihkan area agar tidak tercampur jejak asing. Kemudian dilakukan pengamatan umum, pendokumentasian, serta pembuatan sketsa dan pengukuran titik‑titik penting,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Pemeriksaan dilanjutkan dengan meneliti kondisi kerusakan pesawat, lokasi ditemukannya korban, hingga mengumpulkan barang‑barang yang memiliki nilai bukti hukum.

Hasil olah tempat kejadian menunjukkan pesawat Pilatus PC‑6/B2‑H4 Turbo Porter terbakar parah hingga kerusakan mencapai 90 persen, dengan bagian tengah badan pesawat sebagai titik terberat. Posisi pesawat tetap mengarah ke landasan pacu dan jenazah korban sudah dievakuasi sebelum tim tiba.

Barang bukti awal yang diamankan meliputi satu unit pesawat hangus, sisa arang dan abu, serpihan bodi, potongan karet serta kawat roda pesawat.

Selain itu, ditemukan satu butir selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter dan sampel tanah yang diambil untuk keperluan pengujian di laboratorium kepolisian.

Setelah selesai memeriksa tempat kejadian, tim melakukan penyisiran luas ke area sekitar. Kegiatan itu menemukan sebuah bangunan honai yang diduga menjadi markas Kelompok Kriminal Bersenjata.

Terdapat tulisan pada papan kayu di dinding bangunan yang berbunyi “Markas Komando Daerah Militer TPNPB Kodap VII Balinggama”, yang memperkuat dugaan keterkaitan kelompok tersebut.

Petugas mengamankan sejumlah barang dari dalam bangunan, antara lain satu buah noken, satu syal bermotif Bintang Kejora, pakaian dan celana bermotif loreng, serta ikat pinggang militer.

Juga ditemukan satu sangkur lengkap dengan sarungnya, dua bilah parang, satu senapan angin, alat penerangan, persediaan obat, serta satu kartu SIM aktif.

Barang elektronik yang diamankan meliputi tiga flashdisk, empat kartu memori kamera, tujuh kartu memori telepon genggam, satu kamera digital beserta tripod, dan tas penyimpanan.

Satu tas selempang berisi dokumen organisasi dan kartu keanggotaan TPNPB juga berhasil diamankan dan sedang dalam proses verifikasi untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa tersebut.

Seluruh barang bukti diserahkan kepada tim khusus di Polda Papua guna menjalani uji forensik fisik maupun digital sebagai bahan pembuktian hukum.

Sementara itu, Kombes Pol. Era Adhinata menyatakan bahwa berdasarkan rangkaian penyelidikan, pihaknya telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dan memasukkan nama mereka ke dalam Daftar Pencarian Orang.

“Tersangka yang ditetapkan adalah MB, AB (23 tahun), LS (26 tahun), DA, NS, KB, dan SP. Satgas terus melakukan pengejaran secara intensif serta berkoordinasi dengan seluruh jajaran di wilayah Papua,” ujarnya.

Para tersangka disangkakan melakukan perbuatan secara bersama‑sama, yaitu membunuh pilot dan membakar pesawat sipil yang membahayakan keselamatan penerbangan. Ancaman hukum yang dihadapi adalah maksimal 20 tahun penjara sesuai ketentuan KUHP yang berlaku.

Penyelidikan juga mendapati kelompok ini memiliki kekuatan sekitar 15 orang dengan persenjataan beragam. Penyidik masih terus mendalami asal senjata, jaringan dukungan, serta rencana pergerakan kelompok tersebut.

Satgas mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya, tetap tenang, serta mendukung aparat agar proses hukum berjalan lancar dan wilayah tetap aman.

Laporan : Nelly Mahmud 

 

Total Page Visits: 151 - Today Page Visits: 1

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!
Secured By miniOrange