Satu Orang Tewas Kecelakaan Beruntun di Tol JORR, Polisi Tegaskan Bahaya Tidur Sesaat
JAKARTA – Antpnews110.com – Kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan bermotor terjadi di ruas Tol Jakarta Lingkar Luar (JORR) tepatnya di KM 54+600 arah Cakung, pada Sabtu (18/07/2026) siang. Kejadian ini merenggut nyawa satu orang, sementara dua orang lainnya menderita luka-luka. Pihak kepolisian menduga penyebab utama kecelakaan adalah kondisi kantuk sesaat yang dialami pengemudi truk kontainer.
AKBP Rieki Indra Bratamanggala selaku Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya menerangkan bahwa saat kejadian, seluruh kendaraan bergerak beriringan dari arah Bintara menuju Cakung di lajur pertama. Lima kendaraan di depan mulai melambatkan laju kendaraan karena menghadapi kepadatan lalu lintas. Namun, truk kontainer yang berada di barisan belakang diduga dikemudikan orang yang tertidur sesaat, sehingga kendaraan tersebut menabrak beruntun kendaraan di depannya.
Keenam kendaraan yang terlibat meliputi satu unit mobil pikap, satu mobil boks, dua truk trailer, serta dua truk kontainer. Akibat benturan hebat tersebut, pengemudi truk kontainer bernama Gandi Sugandi (59 tahun) meninggal dunia di lokasi kejadian. Dua pengemudi lainnya, yaitu Hamdan Hidayat yang mengendarai mobil pikap mengalami luka berat, dan Jajang Irawan pengemudi truk menderita luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis segera.
Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa kelelahan saat mengemudi merupakan salah satu pemicu utama kecelakaan fatal di jalan raya. Risiko ini bahkan semakin besar di jalan tol yang mengharuskan pengemudi menjaga fokus tanpa henti dalam waktu yang lama.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Korlantas Polri https://korlantas.polri.go.id, tidur sesaat adalah kondisi di mana seseorang tertidur dalam hitungan detik tanpa disadari sepenuhnya. Meskipun berlangsung sangat singkat, kondisi ini mematikan bagi pengemudi, terutama saat melaju di kecepatan tinggi, karena kendali atas kendaraan bisa hilang seketika.
Ada sejumlah tanda awal yang patut diwaspadai sebelum seseorang mengalami tidur sesaat. Gejala yang paling terlihat adalah mata terasa berat dan sering berkedip lambat berulang kali. Pengemudi juga cenderung menguap terus-menerus dan mulai sulit memusatkan perhatian pada jalanan.
Tanda lain yang tak kalah penting adalah kepala terasa berat sehingga sering tertunduk secara tiba-tiba. Selain itu, pengemudi mungkin lupa dengan detail perjalanan yang baru saja dilalui beberapa detik sebelumnya, atau mendapati kendaraan mulai melenceng dari jalur tanpa sengaja.
Berbagai faktor memicu terjadinya kondisi berbahaya ini di jalan raya. Penyebab utamanya adalah kurangnya waktu tidur sebelum berangkat menempuh perjalanan jauh. Selain itu, mengemudi terus-menerus selama berjam-jam tanpa berhenti beristirahat juga membuat tubuh semakin lelah.
Risiko tidur sesaat juga meningkat saat seseorang berkendara pada jam-jam di mana tubuh cenderung rileks dan mengantuk, seperti dini hari atau setelah makan siang. Rute perjalanan yang lurus dan tidak memiliki variasi pemandangan seperti jalan tol juga membuat otak cepat bosan dan terlelap tanpa disadari.
Untuk mencegah hal ini, Korlantas Polri menghimbau masyarakat memastikan tidur cukup sebelum berkendara agar kondisi fisik tetap prima. Tubuh yang segar akan sangat membantu menjaga tingkat kewaspadaan selama perjalanan.
Pengemudi disarankan berhenti beristirahat setiap dua hingga empat jam sekali di tempat yang aman seperti area istirahat tol. Berhenti sejenak untuk menggerakkan tubuh dapat mengurangi rasa lelah dan mengembalikan fokus.
Jangan pernah memaksakan diri melanjutkan perjalanan jika rasa kantuk sudah tak tertahankan. Memaksakan kondisi fisik yang lemah hanya akan membahayakan nyawa sendiri maupun pengguna jalan lain.
Hindari pula mengonsumsi obat-obatan yang menimbulkan efek kantuk sebelum berkendara, terutama jika perjalanan yang ditempuh cukup jauh dan berisiko tinggi.
Perlu dipahami bahwa kopi atau minuman berkafein hanya memberikan efek segar sementara dan tidak bisa menggantikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat sepenuhnya.
Keselamatan di jalan raya bergantung tidak hanya pada kondisi kendaraan dan kepatuhan aturan, tetapi juga kesiapan fisik pengemudi. Segera berhenti jika mulai merasa lelah, mengantuk, atau sulit berkonsentrasi.
Langkah sederhana beristirahat sejenak mampu mencegah kecelakaan dan melindungi nyawa. Mari selalu utamakan keselamatan diri dan sesama pengguna jalan di mana pun Anda berkendara.
Laporan : Suwarno KR.
