Satbrimob Polda Sumut Evakuasi Barang Milik Warga Tertimbun Longsor di Deli Serdang
Deli Serdang – SUMUT – Antpnews110.com – Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah melaksanakan operasi evakuasi barang milik warga yang menjadi korban bencana alam tanah longsor. Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung di Desa Sembahe, Kabupaten Deli Serdang, yang menjadi lokasi terdampak paling parah dari musibah tersebut.
Upaya pengangkutan aset milik warga ini dilakukan sebagai langkah lanjutan pasca-terjadinya bencana. Personel diterjunkan langsung ke lokasi untuk membantu masyarakat memulihkan harta benda mereka yang sempat terkubur di bawah tumpukan material tanah dan bebatuan.
Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumut, dalam keterangannya pada Senin (13/04/2026), menyampaikan tujuan utama dari operasi yang sedang berjalan saat ini. Ia menegaskan bahwa fokus kegiatan hari ini adalah membantu masyarakat menemukan kembali harta benda yang tertimbun sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca-bencana.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kompol Mukhtar I Kadoli, tim penyisiran telah bekerja secara sistematis di lokasi kejadian. Hasil dari penelusuran yang dilakukan personel di lapangan menunjukkan adanya sejumlah barang berharga milik warga yang berhasil ditemukan dalam kondisi utuh maupun rusak.
Beberapa barang yang berhasil diamankan dan diselamatkan dari timbunan longsor antara lain berupa dua unit sepeda motor. Selain kendaraan roda dua tersebut, tim juga berhasil mengangkat berbagai jenis peralatan rumah tangga yang sebelumnya tertutup oleh material longsor.
Keberhasilan tim SAR gabungan dalam menangani penanganan pasca-musibah ini dinilai sangat positif. Hal tersebut tidak hanya menjadi bukti profesionalisme dan ketangguhan personel Brimob di lapangan, tetapi juga mencerminkan komitmen kuat institusi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Kompol Mukhtar menambahkan bahwa dalam kondisi lokasi yang masih dinilai penuh risiko, seluruh personel tetap bekerja dengan mengedepankan prinsip keselamatan kerja. Selain itu, ketelitian yang tinggi serta kerja sama tim yang solid menjadi kunci utama dalam setiap langkah yang diambil di lapangan.
Ia memastikan bahwa hingga saat ini seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Hal ini didukung oleh kekuatan personel yang diterjunkan dalam jumlah lengkap serta dukungan peralatan teknis yang dinilai memadai untuk kondisi medan di lokasi kejadian.
Lebih jauh, kehadiran aparat di tengah situasi darurat ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi warga. Menurutnya, kehadiran tersebut merupakan wujud nyata bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam dalam menghadapi setiap musibah yang menimpa masyarakatnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara telah merilis data bahwa bencana ini memakan korban jiwa sebanyak lima orang. Selain korban meninggal, dilaporkan juga satu orang korban selamat bernama Sehat Br Taringan (65 tahun) yang saat ini sedang menjalani perawatan intensif.
Laporan : Arimin JW.
