Usai Tangkap 5 Orang Pencuri Emas, Polres Minahasa Kini Buru Barang Bukti

Minahasa Sulut,  ANTPNEWS110.COM –Setelah menangkap dan menahan lima tersangka pencurian di Toko Emas Subur, Amongena II Jaga II, Langowan Timur, Polres Minahasa kini terus mencari barang bukti hasil curian.

Hal tersebut dikatakan oleh Kasatreskrim Polres Minahasa, AKP Sugeng Wahyudi Santoso saat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus, Kamis (05/09/2019).

“Pengakuan para tersangka, emas hasil curian telah dijual dan digadai,” ujarnya kepada sejumlah awak media, di Aula Maesa Mapolres Minahasa.

Saat ini, lanjut Kasatreskrim, barang bukti yang diamankan baru berupa uang tunai sekitar Rp. 60 juta, 1 unit mobil Xenia, 2 unit handphone serta jam tangan.

Jika dibandingkan dengan pengakuan para tersangka tentang uang yang mereka terima, sangat jauh dari hasil curian yang mencapai Rp. 7,7 miliar.

“Untuk itu, kami akan menelusuri tentang selisih dari pengakuan para tersangka atas jumlah uang yang diterima saat dibagi,” jelas Kasatreskrim, didampingi Kabagops, Kompol Yuriko Fernanda.

Selain emas, polisi juga tengah melacak keberadaan sejumlah alat yang digunakan para tersangka untuk membobol toko emas milik Halid Musa itu.

“Menurut pengakuan para tersangka, alat-alat yang digunakan saat beraksi itu langsung dibuang di jembatan ring road Manado,” terang Kasatreskrim.

Lebih lanjut dijelaskannya, sebelum beraksi para tersangka mencari target lokasi pencurian. Saat melintas di Toko Emas Subur, mereka melihat situasi di sekitar sedang sepi. Seketika itu juga para tersangka langsung beraksi, kabur lalu membagi uang hasil curian.

Diketahui, ‘otak’ pencurian ini adalah BR alias Bobi (37), oknum warga Bumi Nyiur, Manado, yang menyerahkan diri ke Mapolres Minahasa, Selasa (03/09) siang.

“Bobi dibantu CT alias Laka, Kalo dan EK. Sedangkan satu tersangka lainnya, perempuan berinisial GY, bertugas menjual dan menggadaikan emas hasil curian,” beber Kasatreskrim.

Informasi diperoleh, diduga emas tersebut digadaikan di luar wilayah Sulut. Pasalnya, usai beraksi Bobi melarikan diri dengan cara berpindah-pindah tempat persembunyian.

“Bobi adalah residivis, sehinga caranya melarikan diri itu selalu berpindah-pindah. Kadang di kost, namun sering juga menginap di hotel berbintang,” ucap Kasatreskrim.

Bobi mengaku, uang hasil penjualan dan menggadai emas tersebut telah habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama pelariannya.

Ditambahkan Kasatreskrim, ancaman hukuman yang akan disangkakan kepada para tersangka berbeda, tergantung dari perannya saat beraksi.

Pihaknya kini menerapkan pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 subsider pasal 362 juncto 56 ayat (2) KUHP.

“Kami telah melimpahkan berkas perkara tahap 1 ke JPU atas nama tersangka GY. Selanjutnya hari Jum’at (06/09), akan dilimpahkan juga berkas perkara tersangka lainnya, karena berkasnya dilakukan secara split atau terpisah,” tandas Kasatreskrim.

Laporan : Djolis W. Tongka

Total Page Visits: 106 - Today Page Visits: 1

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

Secured By miniOrange