Petani Desa Lolong Ditemukan Meninggal di Bawah Pohon Durian, Polisi Pastikan Murni Kecelakaan
Pekalongan – JATENG – Antpnews110.com – Warga Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, mengalami kehebohan pada Sabtu (22/08/2026) malam setelah ditemukannya seorang warga yang telah meninggal dunia di dalam kebun durian miliknya.
Korban adalah Warkuat alias Wahidun (55), petani yang berdomisili di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar. Ia ditemukan terbaring tak bernyawa di bawah batang pohon durian yang menjulang setinggi kurang lebih enam meter.
Keterangan resmi disampaikan Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Iptu Suwarti. Ia menjelaskan bahwa laporan resmi diterima sekitar pukul 20.00 WIB dari Kepala Desa Lolong terkait penemuan jenazah tersebut.
Menurut penjelasan Iptu Suwarti, korban terakhir terlihat oleh keluarganya saat pamit berangkat ke kebun untuk memetik buah durian sekitar pukul 15.30 WIB. Namun, hingga waktu menunjukkan pukul 18.00 WIB, korban belum juga kembali ke rumah.
Karena korban tak kunjung pulang, dua warga setempat, yaitu Sujarno (59) dan Taryali (57), berinisiatif melakukan pencarian ke area kebun durian. Sekitar pukul 19.15 WIB, keduanya menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di bawah pohon.
Kedua penemu segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Lolong, Solehudin. Laporan itu kemudian diteruskan kepada Polsek Karanganyar agar dilakukan penanganan dan penyelidikan di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan terhadap jenazah dan lingkungan sekitar. Korban ditemukan dalam posisi telungkup, mengenakan kaus warna merah serta celana pendek warna hitam.
Dari hasil pemeriksaan fisik awal, terlihat adanya luka pada kaki bagian kanan serta lebam yang tampak jelas di area wajah korban. Berdasarkan kondisi tersebut serta lokasi penemuan, diduga korban jatuh dari pohon durian yang tingginya sekitar enam meter.
Hasil olah tempat kejadian perkara juga tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan, kekerasan, maupun unsur tindak pidana apa pun. Polisi menyimpulkan bahwa korban diduga jatuh saat sedang memetik buah durian.
“Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana. Dugaan sementara korban meninggal akibat terjatuh dari pohon durian,” jelas Iptu Suwarti dalam keterangannya.
Jenazah korban kemudian diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga setelah proses pemeriksaan di lokasi dinyatakan selesai. Keluarga korban juga telah menerima jenazah untuk segera dimakamkan.
Pihak keluarga secara tegas menyatakan tidak menginginkan dilakukannya otopsi terhadap jenazah. Mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah kecelakaan yang telah ditakdirkan terjadi.
“Pihak keluarga menerima bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan dan tidak menghendaki dilakukan autopsi,” pungkas Iptu Suwarti.
Laporan : Arifin MD
