Balikpapan, ANTPNEWS11.COM  Hari Kamis tanggal 30 Agustus 2018 pukul 10.50 wita Kantor DPRD Kota Balikpapan Jln. Jend. Sudirman Kel. Klandasan ulu Kecamatan Balikpapan Kota Prov.Kaltim, kedatangan “tamu istimewa”. Sekitar 20 mahasiswa HMI cabang Balikpapan dikoordinir korlap aksi Angkit Wijaya dan Humas Rizki Usman yang juga ketua cabang HMI Balikpapan, melakukan aksi damai keprihatinan atas dugaan kejahatan korupsi pembebasan lahan Rumah Potong Unggas (RPU) tahun 2015 silam. Aksi digelar dikantor DPRD Balikpapan dengan orasu bergantian.

Korlap Angkit Wijaya, mahasiswa STT Migas Semester 7 jurusan teknik pengolahan Migas, dengan garang menyampaikan orasi disusul si gondrong Ketum Rizki Usman, Acok. Inti yang menjadi tuntutan HMI cabang Balikpapan adalah :

  1. Komersialisasi pendidikan dan kesenjangan ekonomi adalah contoh kecil dari bobroknya pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bangsa sejalan dengan hal tersebut belakangan ini. Warga Balikpapan digemparkan dengan penggerebekan kantor DPRD kota Balikpapan oleh Polda Kaltim. penggerebekan tersebut dilakukan atas indikasi adanya oknum oknum DPRD kota Balikpapan yang tersandung kasus korupsi RPU (Rumah Potong unggas) yang membuat warga Balikpapan merasa terkhianati oleh sikap tidak terpuji.
  2. Usut tuntas penyelewengan anggaran dana RPU (Rumah Potong Unggas) oleh oknum anggota DPRD Kota Balikpapan.
  3. Mendesak pihak Polda Kaltim secepatnya memproses para pejabat yang tersangkut dalam Kasus Pembengkakan Dana Anggaran Proyek RPU Kota Balikpapan.

Angkit Wijaya disela aksi ditemui antpnews110.com “aksi kami aksi tunggal HMI cabang Balikpapan. Aksi keprihatinan atas tindakan amoral dan pengkianatan oleh oknum-oknum DPRD yang sepertinya sudah melembaga. HMI sepakat akan kejar sampai dimanapun agar pengusutan korupsi RPU menjadi tuntas. Kami tidak kenal menyerah siapapun kami hadapi, demi terang benderangnta kasus korupsi ini” ujarAngkit si kurys enejik penuh semangat.

Aksi diterima perwakilan anggota DPRD yang sebenarnya sedang reses menjaring aspirasi masyarakat Balikpapam, yakni

Faisal Tola (Wakil Ketua DPRD Balikpapan), Abdul Jabar (Sekretaris DPRD Balikpapan) dan

Ali Munsir (Komisi 1 DPRD Kota Balikpapan).

Statemen DPRD yang dominan diwakili Faisal Tola, menanggapi tuntutan massa HMI cukup proaktif dan memuaskan. Bersedia tanpa syarat untuk bersama-sama Mahasiswa HMI mengawal proses hukum dugaan korupsi pembebasan lahan RPU hingga Rp. 11.000.000.000 yang saat ini sedang berjalan oleh Polda Kaltim.

Sampai sekarang baru 1 (satu)  tersangka anggota DPRD Balikpapan dan terus berproses. Dirinya juga telah dimintainketerangan sebagai saksi selama 3 jam di Reskrim Tipikor Polda Kaltim. Ketua DPRD Balikpapan saat ini tidak dapat hadir dikarenakan masih dimintai keterangan  pihak kepolisian di Polda Kaltim.

Selesai aksi, ditemui antpnews110.com Faisal Tolla “saya sangat senang dan terbuka atas aksi adek adek HMI. Kepedulian aktifis yang patut kita hargai. Usut tuntas dan kita dorong bersama-sama agar proses hukum berjalan tuntas. Saya sangat percaya Polda Kaltim profesional menangani dugaan korupsi RPU ini. Mari kita dorong berikan yang terbaik kepada Polda Kaltim untuk membongkar dugaan  kasus korupsi ini” ujar legislator Balikpapan, mantan aktifis HMI Makasar dan dulunya jago berdemo ini.

Aksi diakhiri dengan pemberian sapu oleh HMI Balikpapan kepada Faisal Tolla mewakili DPRD Balikpapan. Sebagai simbul membersihkan korupsi di kantor Balikpapan.

Laporan : Arimin JW.

 

Follow by Email
Facebook
Google+
http://antpnews110.com/kantor-dprd-kota-balikpapan-kedatangan-tamu-istimewa-mahasiswa-hmi-cabang-balikpapan/
Twitter
Instagram

11total visits,1visits today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.