Temukan Senjata Tajam Saat Patroli, Polisi Amankan Belasan Pemuda di Wenang Selatan
Manado – SULUT – Antpnews110.com – Langkah aktif dilakukan Polresta Manado untuk menjaga kota tetap aman dari ancaman perkelahian massal dan kekerasan jalanan. Melalui operasi rutin yang melibatkan Tim Motor Itang dan personel Samapta, petugas terus menyisir titik-titik rawan guna memutus potensi gangguan sejak dini.
Satu hasil nyata diperoleh pada Sabtu malam, 6 Juni 2026, saat tim patroli bertugas di wilayah Kelurahan Wenang Selatan. Di lokasi tersebut, petugas menemukan sekelompok pemuda yang berkumpul dalam jumlah cukup besar dan menunjukkan perilaku yang mencurigakan.
Melihat situasi tersebut, petugas segera mendatangi kelompok itu untuk melakukan pemeriksaan guna memastikan keamanan. Dari pengecekan yang dilakukan, ditemukan sejumlah barang berbahaya berupa senjata tajam jenis panah wayer yang disembunyikan di antara mereka.
Berdasarkan temuan barang bukti itu, petugas menduga kuat senjata tersebut telah disiapkan untuk digunakan dalam aksi kekerasan atau tawuran yang direncanakan. Temuan ini menjadi bukti bahwa ancaman gangguan keamanan selalu mengintai dan butuh kewaspadaan tinggi.
Demi mencegah terjadinya tindak pidana yang dapat merugikan banyak pihak, sebanyak 19 orang pemuda langsung diamankan. Mereka kemudian dibawa ke kantor Polresta Manado untuk menjalani serangkaian pemeriksaan guna mengungkap latar belakang dan tujuan dari pertemuan tersebut.
Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk operasi pencegahan yang rutin dijalankan. Tujuannya adalah agar segala potensi kejahatan dapat dideteksi dan dihentikan sebelum menimbulkan dampak buruk.
“Personel yang bertugas bergerak cepat setelah memperoleh informasi di lapangan. Langkah pengamanan ini dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya aksi tawuran maupun tindak kekerasan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban di Kota Manado,” jelas Agus.
Ia menekankan bahwa keberadaan kepolisian di tengah masyarakat tidak semata-mata untuk menindak yang salah. Kehadiran ini lebih berfungsi sebagai pencegah, agar niat jahat tidak terlaksana dan masyarakat bisa beraktivitas dengan rasa aman tanpa rasa takut.
Agus juga mengingatkan pentingnya peran serta keluarga dalam menjaga perilaku generasi muda. Ia meminta para orang tua tidak lengah dan selalu memantau ke mana saja anak-anak pergi serta dengan siapa mereka bergaul, khususnya saat malam hari.
“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak terlibat dalam perbuatan yang melanggar hukum maupun membahayakan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.
Laporan : Richard I. Wagiu
