Anak Tenggelam di Saluran Irigasi Tawangsari, Polisi Imbau Warga Tingkatkan Pengawasan
Boyolali – JATENG – Antpnews110.com – Seorang anak berusia 8 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di saluran irigasi Dukuh Sokorejo RT 03 RW 01, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Peristiwa ini ditangani secara langsung oleh Polres Boyolali melalui jajaran Polsek Teras.
Kejadian ini menjadi perhatian bersama sekaligus pengingat nyata bagi seluruh elemen masyarakat. Hal ini mengingat risiko bahaya yang mengintai di sekitar aliran air yang sering kali dianggap aman, padahal menyimpan potensi kecelakaan.
Korban yang berinisial A.F.H. mengalami musibah tersebut saat sedang bermain dan mandi bersama seorang temannya. Kejadian berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026, sekitar pukul 16.30 WIB, ketika arus air di saluran irigasi diketahui sedang cukup deras.
Setelah diketahui hilang, warga sekitar segera melakukan pencarian secara bersama-sama. Korban akhirnya ditemukan pada jarak sekitar 200 meter dari titik awal kejadian, namun sudah dalam keadaan lemah.
Korban segera dibawa ke bidan desa terdekat untuk mendapatkan pertolongan, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Indriati guna penanganan lebih lanjut. Sayangnya, tenaga medis memastikan korban telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Pihak kepolisian menerima laporan resmi mengenai kejadian ini pada Kamis, 2 Juli 2026, pukul 09.00 WIB. Sejak saat itu, petugas langsung melakukan langkah-langkah penanganan sesuai standar operasional.
Petugas mendatangi lokasi peristiwa dan rumah duka, melakukan pemeriksaan di tempat kejadian, meminta keterangan saksi, serta mengumpulkan data untuk keperluan penyelidikan. Keluarga korban menyatakan peristiwa ini sebagai takdir dan menolak proses autopsi dengan surat pernyataan resmi.
AKP Winarsih selaku Kasi Humas Polres Boyolali membenarkan informasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa penyelidikan menunjukkan korban terseret arus di pintu saluran yang kedalamannya mencapai sekitar dua meter.
“Penanganan kasus ini sudah kami lakukan sesuai prosedur. Kesimpulan sementara, peristiwa ini adalah musibah. Kami menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan,” jelas AKP Winarsih.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh orang tua dan warga untuk lebih waspada dan mengawasi pergerakan anak-anak. Dihimbau agar tidak membiarkan anak bermain di sekitar saluran irigasi atau sungai tanpa pendampingan, guna mencegah terulangnya kejadian yang merugikan ini.
Laporan : F.X. Widianto
