Pun demikian, diakui Hj Rita akan banyaknya persoalan yang menuntut perhatian penyuluh dalam upayanya mensejahterakan petani, pekebun dan nelayan. “Kemampuan untuk dapat berkoordinasi dan bekerjasama lintas sektoral, khususnya dengan OPD perlu ditingkatkan, sehingga para petani, pekebun dan nelayan tak melulu terfokus pada kegiatan on farm (berladang, berkebun dan memancing) saja. Namun, out farm (mengenal langsung pangsa pasar, menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, dan hal lainnya) yang tentu dapat lebih mensejahterakan mereka,” tutur Hj Rita.
Lebih jauh, upaya untuk mensejahterakan petani, pekebun dan nelayan secara maksimal dapat direalisasikan. Lantasan, Kaltara ditunjang dengan potensi sumber daya alam yang mampu berdaya saing. “Kedepan, pekerjaan rumah (PR) kita adalah bagaimana menggali potensi sumber daya manusia Kaltara di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan. Hal ini membutuhkan peran DPD Perhiptani di setiap kabupaten dan kota untuk aktif dan inovatif,” tutupnya.(humas)
