Tana Paser, ANTPNEWS110.COM — Tabung elpiji 3 kg sejatinya diperuntukkan bagi warga miskin. Yaitu mereka berpendapatan di bawah Rp 1,5 juta per bulan. Selain itu, warga dengan rumah yang lantai dan atapnya tidak permanen adalah salah satu yang berhak atas tabung gas melon ini.

Sayangnya dalam praktiknya, masih banyak warga yang tergolong mampu masih menggunakan tabung gas bersubsidi berwarna hijau ini.

 Asisten Ekonomi Setda Paser Hj Ina Rosina menyatakan kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram karena penyalurannya tidak tepat sasaran sehingga persediaan yang ada habis.

“Gas ini diperuntukkan bagi warga miskin, namun kenyataan banyak masyarakat yang dikategorikan mampu juga ikut menikmati gas tersebut,” katanya dalam sambutannya saat apel pagi di jajaran Setda Paser, Selasa (11/12).

Menurutnya, Pertamina telah mengalokasikan cukup besar pasokan elpiji bersubsidi kemasan 3 kilogram di Paser. Namun, karena ketidak sasaran, selama ini kelangkaan pasokan di masyarakat masih menjadi keluhan.

“Karenanya pemerintah daerah terus mendorong masyarakat mampu untuk menggunakan bahan bakar rumah tangga nonsubsidi. Kalangan aparatur sipil negara (ASN) harus menjadi pionir atauASN tidak memakai elpiji melon (kemasan 3 kg),” ucap mantan Kepala Dinas Perikanan Paser ini.

Untuk diketahui,  mengatasi kelangkaan dan menjaga stabilisasi harga tabung gas elpiji, Pemkab Paser melalui   Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Paser  selama ini telah  menggelar operasi pasar  gas elpiji 3 kg  di wilayah Kabupaten Paser, dan  termasuk penetapan harga eceran tertinggi (HET) di tingkat pengecer untuk menjaga kestabilan harga.

Laporan : Djolis W. Tongka

Follow by Email
Facebook
Google+
//antpnews110.com/elpiji-3-kg-masih-tidak-tepat-sasaran-asisten-ekonomi-hj-ina-rosina-himbau-asn-menjadi-pionir/
Twitter
Instagram

119total visits,1visits today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.