Kapolri Suyudi Ario Seto: Pemberantasan Narkoba Harus Masif, Negara Tidak Boleh Kalah

JAKARTA — ANTPNEWS110.COM — Polri secara terus-menerus memperluas jangkauan operasi pemberantasan narkoba di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu dengan menyasar lokasi-lokasi yang diketahui atau diduga kuat menjadi pusat peredaran gelap narkotika, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Kalimantan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026), Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan langkah yang menyeluruh dan tidak boleh berhenti di tengah jalan. Hal ini dilakukan agar masyarakat terlindungi dari dampak buruk peredaran narkotika yang kian meluas.

“Indonesia harus bersih dari narkoba. Negara tidak boleh kalah dari bandar narkoba. Semua elemen harus bergerak bersama secara masif,” ujar Suyudi Ario Seto.

Bersama BNN, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait, Polri telah melancarkan berbagai operasi di kawasan rawan sejak awal bulan ini. Di Jakarta Barat, dua kawasan yang dikenal rawan peredaran narkoba, yaitu Kampung Ambon dan Kampung Boncos, telah disasar dalam operasi gabungan pada Jumat pekan lalu. Operasi tersebut berujung pada pengamanan 24 orang beserta barang bukti yang cukup.

Di wilayah Sumatera Utara, petugas melakukan penindakan di sembilan lokasi sekaligus. Sebanyak 36 orang diamankan dan sekitar 102 gram sabu berhasil disita dari lokasi-lokasi tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba masih berusaha beroperasi di berbagai pelosok daerah.

Sementara itu, di Riau, operasi digelar di sebuah tempat hiburan malam dan memeriksa puluhan pengunjung. Sebanyak 68 orang diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan 63 di antaranya terindikasi positif menggunakan narkotika. Temuan ini menegaskan perlunya pengawasan ketat di tempat-tempat umum yang berpotensi disalahgunakan.

Di kawasan timur Indonesia, upaya serupa juga berlangsung di Makassar, Palu, Palembang, dan Palangka Raya. Operasi di kawasan Borta, Makassar, mencatat hasil signifikan dengan diamankannya 104 orang, termasuk tiga orang yang diduga bertindak sebagai bandar pengedar narkoba.

Keberhasilan di berbagai daerah ini menunjukkan pentingnya sinergi antarinstansi. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat, harus bahu-membahu menutup celah peredaran narkotika,” tegas Kapolri.

Pendekatan ini juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga diharapkan turut aktif melaporkan aktivitas yang mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Polri juga menegaskan adanya perbedaan penanganan antara pengguna narkoba dengan pengedarnya. Pengguna akan dibantu untuk pulih melalui rehabilitasi, sedangkan pihak yang mengedarkan dan bandar akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Strategi ini diharapkan dapat memutus rantai peredaran sekaligus membantu pemulihan para korban.

Ke depannya, Polri akan terus memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menelusuri jaringan pemasok narkoba. Melalui penegakan hukum yang tegas, pencegahan dini, rehabilitasi, serta dukungan masyarakat, pemberantasan narkoba diharapkan dapat tercapai demi terciptanya lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi mendatang.

Laporan : Deisy A. Lahutung

 

Total Page Visits: 7 - Today Page Visits: 7

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!
Secured By miniOrange