Luka Tembak Sebabkan Kematian Pilot Asing di Yahukimo; Diduga Aksi Kelompok Bersenjata Baru

Jayapura – PAPUA – Antpnews110.com – Satgas Operasi Damai Cartenz‑2026 menegaskan bahwa Kapten Nicholas F. Goselin, pilot warga negara Amerika Serikat yang bekerja di PT Associated Mission Aviation, meninggal dunia akibat luka tembak. Kejadian itu terjadi ketika pesawat yang dikemudikannya dibakar dan ditembak di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Setelah proses evakuasi, jenazah diterbangkan dari Timika pada pukul 16.30 WIT menggunakan pesawat Boeing 737 dengan nomor penerbangan AI‑7304. Perjalanan udara tersebut tiba di Jayapura pada pukul 17.30 WIT dengan kondisi tertata baik.

Kedatangan jenazah disambut langsung oleh sejumlah pimpinan utama operasi, antara lain Komandan Operasi Damai Cartenz‑2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, serta Wakaops Damai Cartenz‑2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut para pejabat tinggi dari TNI, Polri, dan lembaga terkait lainnya yang turut memberikan dukungan dalam rangkaian proses penghormatan dan pemeriksaan hukum yang akan dilakukan.

Sesampainya di Jayapura, jenazah terlebih dahulu mengikuti ibadah penguatan yang dipimpin oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You. Ibadah ini menjadi bagian dari upaya penghormatan dan dukungan rohani bagi korban.

Setelah rangkaian ibadah selesai, dilakukan penghormatan terakhir secara resmi oleh para pejabat dan petugas yang hadir. Selanjutnya jenazah dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan visum oleh tim dokter spesialis forensik.

Sekitar pukul 23.55 WIT, setelah proses pemeriksaan visum rampung, jenazah secara resmi diserahkan kepada perwakilan PT Associated Mission Aviation. Penyerahan berlangsung secara tertib sesuai prosedur yang berlaku.

Pada malam yang sama, tepatnya Jumat (03/07/2026), digelar konferensi pers di lingkungan rumah sakit tersebut. Hadir sebagai narasumber Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz‑2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Konferensi pers juga dihadiri Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Kombes Pol. Dr. dr. Rommy Sebastian, serta Kasatgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz‑2026, Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata untuk memberikan keterangan resmi.

Dalam keterangannya, Yusuf Sutejo menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa itu. Ia mengingatkan bahwa korban selama ini melayani penerbangan yang membawa bantuan kemanusiaan dan kebutuhan rohani bagi masyarakat pedalaman Papua.

“Atas nama seluruh jajaran Satgas Operasi Damai Cartenz‑2026, kami turut berduka cita sedalam‑dalamnya kepada keluarga korban, manajemen perusahaan, serta semua pihak yang terkena dampak kejadian ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan visum dilakukan untuk memberikan kepastian ilmiah mengenai penyebab kematian. Hal ini penting agar proses hukum berjalan berdasarkan fakta yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jenazah berhasil dievakuasi dengan aman oleh pasukan TNI pada pagi hari. Autopsi tidak dilakukan karena hasil pemeriksaan fisik luar dan didukung rontgen sudah cukup menjelaskan mekanisme kematian tanpa perlu membuka jaringan tubuh,” jelasnya.

Dokter Rommy Sebastian kemudian merinci kondisi luka pada jenazah korban. Terdapat luka terbuka di kepala, dahi, pipi kiri, dan area sekitar telinga kanan, disertai luka lecet pada sisi kanan kepala akibat benturan.

Ditemukan pula patah tulang pada rahang atas dan bawah yang diduga akibat benda tumpul. Luka tembak pada pipi kiri teridentifikasi bertipe menempel, yang menunjukkan posisi senjata bersentuhan langsung dengan kulit saat ditembakkan.

Jalur peluru melintasi kepala dari pipi kiri hingga keluar di dekat telinga kanan dan merusak tulang tengkorak bagian dalam. Kerusakan tersebut menyebabkan henti fungsi tubuh secara mendadak sehingga korban meninggal seketika.

Sementara itu, Kasatgas Penegakan Hukum menyampaikan bahwa penyelidikan sementara mengarah pada dugaan pelaku yaitu Kelompok Kriminal Bersenjata Bakusip pimpinan M. Mbalingga. Kelompok ini baru muncul dan mengaku berafiliasi dengan kelompok Elkius Kobak.

Hubungan kedua kelompok tersebut masih dalam penggalian lebih lanjut. M. Mbalingga diketahui mengeluarkan pernyataan mengaku bertanggung jawab, kemudian disusul pernyataan serupa dari Elkius Kobak beserta bukti foto yang dikonfirmasi keasliannya.

Penyidik masih mendalami latar belakang serangan yang diduga berkaitan dengan ancaman sebelumnya terhadap lalu lintas penerbangan. Namun demikian, motif pasti dan tujuan jangka panjang serangan itu masih terus diteliti secara rinci.

Satgas juga meluruskan informasi yang beredar bahwa PT AMA memiliki aktivitas lain. “Perusahaan ini sudah beroperasi selama 67 tahun hanya untuk misi kemanusiaan dan keagamaan. Penyidikan akan terus berjalan hingga keadilan tercapai,” tegasnya.

Laporan : Richard I. Wagiu

 

Total Page Visits: 226 - Today Page Visits: 2

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!
Secured By miniOrange