Polda Jateng Hentikan Penyidikan Kasus Syeh Puji (54)

Semarang – Jateng,  ANTPNEWS110.COM — Kepolisian Daerah Jawa Tengah menghentikan penyelidikan kasus pernikahan dibawah umur yang diduga dilakukan oleh Pujiono Cahyo Widiyanto alias Syeh Puji (54) karena belum cukup bukti. Hal ini disampaikan oleh Kasubbid IV Renata Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Sunarno saat konferensi pers di halaman Ditreskrimum, Kamis (16/7).

Kasus bermula ada sekira bulan Juni 2016, Sdr. Pujiono alias Syeh Puji melakukan pernikahan siri terhadap anak berinisial DTA yang dilakukan di komplek Pondok Pesantren Miftahul Jannnah yang terletak di Desa Bedono Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng)

Keduanya dinikahkan oleh Kyai Pondok Pesanteren yang bernama Miftahul Huda dan yang ikut hadir dalam pernikahan siri tersebut adalah ibu, kakak-kakak saudari DTA.

Pada saat dilakukan pernikahan tersebut, anak DTA masih berumur 7 (tujuh) tahun, dan SP memberi mas kawin berupa kitab suci Al Quran, dan setelah prosesi pernikahan memangku dan menciumi TA didepan para saksi yang hadir dalam pernikahan siri tersebut.

“Dari pengaduan tersebut penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 18 saksi, termasuk ahli pidana dan dokter yang melakukan visum terhadap DTA, ” jelas AKBP Sunarno.

AKBP Sunarno menjelaskan bahwa dari beberapa saksi yang diperiksa tidak ada yang mendukung dan mengiyakan pengakuan saudara APRI, atas pernyataanya bahwa telah terjadi pernikah siri antara SP dengan anak DTA pada 2016 lalu.

Pemeriksaan visum juga telah dilakukan untuk anak DTA yang hasilnya bahwa tidak ditemukan luka-luka akibat kekerasan benda tajam maupun benda tumpul serta tidak ditemukan luka robekan selaput dara maupun organ kelamin lainnya. sehingga dugaan kekerasan dan persetubuhan terhadap anak DTA ini tidak benar.

Berdasarkan keterangan dari ahli pidana, Maya Indah S bahwa dugaan tindak pidana persetubuhan ataupun tindak pidana percabulan terhadap anak (DTA) tidak cukup bukti.

Maka penyidik dapat menghentikan penyelidikan atas kasus ini. Karena dianggap tidak memenuhi unsur tindak pidana dan tidak adanya bukti permulaan yang cukup atas terjadinya tindak pidana dalam kasus ini.

Laporan : FX. Widianto

Total Page Visits: 1 - Today Page Visits: 1

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.