Tak Hanya Jaga Keamanan, Brimob Polda Sulut Bantu Evakuasi Warga Sakit di Perbatasan Desa Berkonflik
BOLMONG — SULUT — ANTPNEWS110.COM — Konflik antarwarga antara Desa Tonom dan Ibolian di Kabupaten Bolaang Mongondow menciptakan ketegangan yang dirasakan warga di kawasan sekitarnya. Di tengah situasi yang belum stabil tersebut, personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Utara menunjukkan sisi kemanusiaan dengan menolong seorang lansia yang sakit dan terjebak di kawasan perbatasan.
Warga lanjut usia yang tinggal di Desa Tataaran ini berada dalam kondisi kesehatan yang memburuk dan tidak dapat bergerak sendiri. Lokasi tempat tinggalnya berada tepat di kawasan perbatasan kedua desa yang sedang berkonflik, sehingga membutuhkan penanganan segera agar ia dapat dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Tanpa menunggu diminta, personel Brimob yang bertugas di lokasi segera bergerak memberikan pertolongan. Mereka memastikan lansia tersebut dievakuasi dengan aman ke tempat yang lebih layak dan jauh dari potensi bahaya akibat ketegangan yang terjadi.
Peristiwa ini sekaligus menggambarkan peran ganda yang dijalankan aparat keamanan di lapangan. Selain bertugas menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, personel juga siap menjadi pelindung dan penolong bagi warga yang berada dalam kondisi sulit.
Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulut, Kompol I Wayan Wimantara, menegaskan bahwa tugas kepolisian mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan keselamatan warga, termasuk mereka yang tidak terlibat dalam perselisihan antarkelompok warga.
“Di tengah situasi yang memanas, nilai-nilai kemanusiaan harus tetap dikedepankan. Ada warga yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan. Keselamatan mereka menjadi perhatian kami,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah inti dari tugas setiap anggota Brimob. Saat masyarakat berada dalam situasi sulit, kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus bantuan yang dibutuhkan secara langsung.
“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga melindungi masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, terlebih lansia yang sedang sakit dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, kami akan berupaya memberikan pertolongan semaksimal mungkin,” katanya.
Pihaknya juga menyampaikan pesan damai kepada warga kedua desa yang sedang berkonflik. Setiap warga diharapkan menahan diri dari tindakan yang dapat memperkeruh suasana dan menyadari bahwa kerugian akibat konflik akan dirasakan oleh semua pihak, terutama warga yang tidak bersalah.
“Jangan sampai konflik membuat kita melupakan rasa kemanusiaan. Mari kita jaga diri, keluarga, dan sesama warga. Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog agar situasi kembali aman dan kondusif,” harapnya.
Evakuasi yang dilakukan ini menjadi contoh bahwa penanganan konflik tidak boleh mengabaikan kepentingan masyarakat sipil. Kelompok yang rentan harus selalu menjadi perhatian utama, terlepas dari apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan pula warga dapat memahami bahwa aparat keamanan hadir untuk melindungi seluruh masyarakat, bukan sekadar menindak atau mengamankan situasi semata. Semoga lansia yang dievakuasi dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat dan situasi di kawasan tersebut segera membaik.
Laporan : Deisy A. Lahutung
