Sembunyi di Jam Dinding & Kotak Sabun, Jaringan Pod Getar Malaysia Dibongkar di Medan

Medan — SUMUT — ANTPNEWS110.COM –Jaringan peredaran narkotika jenis pod getar asal Malaysia berhasil dibongkar Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan. Tiga orang pelaku telah diamankan.

Penindakan dilakukan di Kota Medan pada Rabu, 16 September 2026. Barang bukti yang disita berjumlah 295 pod getar.

Pelaku menggunakan cara yang sulit dideteksi untuk menyembunyikan barang terlarang, mulai dari kotak sabun hingga bagian dalam jam dinding.

Penangkapan pertama jatuh kepada SAB, 21 tahun, warga asal Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang ditangkap di kawasan Jalan Listrik, Medan.

SAB berperan sebagai pengedar yang siap menyerahkan barang kepada pembeli. Ia kerap menyelipkan pod getar di dalam kemasan sabun agar tidak dicurigai.

Dari tangan SAB, polisi menyita lima pod getar bermerek Yakuza dan Batman.

Penyelidikan berlanjut hingga mengarah kepada sosok pemasok SAB. Dua orang lagi diamankan di Jalan Kasuari, Medan, yaitu MAR, 25 tahun, dan PAS, 27 tahun.

Keduanya sempat menolak mengakui keberadaan narkoba saat digeledah. Petugas teliti memeriksa setiap sudut ruangan.

Perhatian tim tertuju pada jam dinding yang terpasang di atas lemari. Ternyata, di bagian dalamnya tersimpan lima pod getar tambahan.

Berdasarkan keterangan dan penelusuran lebih lanjut, petugas mendatangi rumah yang diduga sebagai gudang penyimpanan di kawasan Setia Budi, Medan.

Di rumah itu, tepatnya di dalam lemari kamar tidur, ditemukan 285 pod getar. Jumlah tersebut melengkapi total barang bukti menjadi 295 pod getar.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha menjelaskan, ketiga pelaku baru beroperasi sekitar dua bulan.

Awalnya mereka hanya memakai sendiri, lalu mulai menjual kepada kenalan, hingga akhirnya terlibat dalam jaringan yang lebih luas.

MAR diketahui menjadi penghubung utama dengan pihak yang berada di luar negeri, tepatnya di Malaysia, melalui aplikasi khusus.

Pihak yang berada di Malaysia itu kini menjadi sasaran pengejaran polisi. Kasus terus dikembangkan.

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak terjerumus dalam peredaran maupun pemakaian narkoba. “Narkoba bukan gaya hidup. Jangan biarkan rasa penasaran membawa penyesalan. Kami akan terus menindak setiap peredaran narkoba hingga tuntas,” pungkas Rafli.

Laporan  : Brian S.

Total Page Visits: 839 - Today Page Visits: 1

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!
Secured By miniOrange