Sinergi Polres Bandara Ngurah Rai dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 10,1 Kg Ganja Bernilai Rp.1,5 Miliar
Denpasar – BALI – Antpnews110.com – Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai bersama Bea Cukai Ngurah Rai kembali menunjukkan keseriusan bersama dalam menjaga keamanan Pulau Bali dari ancaman peredaran gelap narkotika. Kedua instansi terus bersinergi agar gerbang masuk wilayah Bali tetap terjaga dari berbagai ancaman kejahatan lintas negara.
Pada Jum’at, 7 Agustus 2026, bertempat di Kantor KPPBC TMP Ngurah Rai, dilaksanakan konferensi pers hasil penindakan narkotika, psikotropika, dan prekursor. Kegiatan tersebut memaparkan capaian penggagalan penyelundupan narkotika yang berhasil dideteksi di kawasan bandara.
Petugas berhasil menyita 100 kemasan narkotika Golongan I jenis Delta-9 Tetrahydrocannabinol atau ganja dengan berat bersih mencapai 10.110 gram. Nilai ekonomi barang bukti tersebut diperkirakan mencapai R.p1,5 miliar apabila sempat beredar di pasaran gelap.
Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, AKBP I Made Hendra Agustina, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama yang terjalin erat antarberbagai pihak. Sinergi tersebut melibatkan Bea Cukai Ngurah Rai, Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, TNI, Otoritas Bandara, InJourney Airports, serta seluruh pemangku kepentingan yang beroperasi di kawasan bandara.
Setiap instansi saling melengkapi peran dan fungsi masing-masing, sehingga pengawasan menjadi lebih menyeluruh dan tidak memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Komunikasi yang terjalin dengan baik menjadi fondasi utama dalam mendeteksi keberadaan narkotika tersebut.
Saat ini, Satresnarkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai masih terus memperdalam penyidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar di balik pengiriman tersebut. Penegakan hukum akan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya menindak kurir yang mengantar, tetapi juga menelusuri siapa yang memerintahkan dan mengendalikan peredaran narkotika tersebut.
Penelusuran jejaring dilakukan agar aliran narkotika dapat diputus hingga akarnya. Dengan demikian, tidak akan ada lagi pengiriman serupa yang dapat masuk dan mengancam ketertiban serta kesehatan masyarakat Bali.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Hal ini sekaligus menjaga nama baik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai gerbang utama pariwisata Bali yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran gelap narkotika.
Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai berjanji akan terus memperkuat kerja sama lintas instansi dalam menjaga keamanan kawasan bandara. Pengawasan akan terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan perkembangan modus kejahatan yang terus berubah.
Upaya bersama ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya Bali sebagai destinasi pariwisata yang aman, nyaman, dan berkualitas. Masyarakat maupun wisatawan dapat merasa tenang karena gerbang masuk Bali dijaga dengan ketat dari berbagai ancaman kejahatan.
Laporan : Sri Chica Gobel
