Korsleting atau Kebocoran Gas Diduga Jadi Penyebab Kebakaran di Klandasan Ulu, Tim Gabungan Kerahkan Puluhan Kendaraan Pemadam
Balikpapan – KALTIM – Antpnews110.com – Kawasan padat penduduk di Gang Mustaqim, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, dilanda musibah kebakaran pada Sabtu pagi, 23 Mei 2026, sekitar pukul 10.50 Wita. Peristiwa ini mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar karena empat unit bangunan hunian ludes dilalap si jago merah, sementara satu bangunan lainnya mengalami kerusakan berat pada bagian atap akibat paparan panas dan api. Kejadian ini menyita perhatian banyak pihak mengingat lokasi yang berada di pusat keramaian dan pemukiman padat.
Identitas pemilik bangunan yang menjadi korban telah terdata lengkap di antaranya adalah Derry Dwi Prayoga, Mariyani, Farida, dan Kasimah. Sementara bangunan milik Purnawirawan AKBP Kasianto menjadi satu-satunya rumah yang hanya terdampak kerusakan ringan berupa atap dan seng yang hangus terbakar. Kondisi bangunan bervariasi, mulai dari yang masih berstatus konstruksi belum ditempati hingga rumah hunian yang sudah dihuni lama oleh warga lanjut usia. Salah satu bangunan yang terbakar adalah rumah kontrakan yang ditempati oleh Rudiansyah, seorang warga yang berprofesi sebagai buruh harian lepas.
Berdasarkan keterangan saksi mata Kiki Febriyanti, awal mula kebakaran terdeteksi dari bau khas barang terbakar yang cukup menyengat, disusul munculnya asap di seberang rumahnya sekitar pukul 10.45 Wita. Saat mendekat untuk melihat, ia terkejut menemukan api sudah cukup besar di bagian belakang rumah kontrakan milik Derry. Tanpa membuang waktu, ia segera berusaha melaporkan kejadian ini kepada pengurus RT setempat agar tindakan penanganan dapat segera dilakukan bersama-sama warga.
Informasi mengenai kebakaran semakin diperkuat oleh keterangan Yudi Pranoto, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Ia mengaku mendengar suara ledakan keras sekitar pukul 10.50 Wita yang membuatnya segera keluar rumah untuk mengecek keadaan. Di sana ia melihat asap hitam tebal membumbung tinggi dari arah rumah yang dikontrakkan Rudiansyah. Merasa kondisi sudah tidak bisa ditangani warga biasa saja, Yudi langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan darurat.
Mendapat laporan tersebut, Ketua RT 29, Tajuddin Nur, langsung turun tangan menuju lokasi kejadian pada pukul 10.55 Wita. Bersama warga yang berkumpul, ia berinisiatif melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di lingkungan warga. Semangat gotong royong ini dilakukan untuk menahan laju api agar tidak semakin membesar dan menjangkau bangunan-bangunan lain yang berjarak sangat dekat, sembari menunggu kedatangan tim pemadam kebakaran.
Respon cepat petugas terlihat jelas saat tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Balikpapan tiba di lokasi pada pukul 11.07 Wita, diikuti personel kepolisian tak lama setelahnya. Penanganan teknis pemadaman baru dimulai secara serentak dan terkoordinasi tepat pukul 11.12 Wita dengan penyemprotan air secara intensif ke titik pusat api. Berkat kerja keras tim dan dukungan peralatan yang lengkap, kobaran api akhirnya berhasil diredam dan dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 11.40 Wita.
Operasi penanganan kebakaran ini melibatkan kolaborasi antarinstansi yang sangat masif. Terlihat di lokasi ada enam unit mobil pemadam kebakaran, tiga kendaraan pendukung suplai air dari BPBD, serta dua kendaraan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dari Polda Kaltim. Selain itu, hadir pula kendaraan taktis Brimob, enam unit mobil ambulans, serta ratusan personel gabungan kepolisian, Babinsa, dan tim medis yang bersiaga penuh memastikan keselamatan dan kelancaran evakuasi warga.
Setelah api dinyatakan aman dan proses pendinginan selesai dilakukan, pihak kepolisian melalui tim Inafis segera memasang garis pembatas pada pukul 12.05 Wita. Tindakan ini bertujuan melindungi lokasi kejadian dari gangguan pihak luar agar jejak dan bukti-bukti penting terkait penyebab kebakaran tidak rusak atau hilang. Area tersebut ditutup rapat dan hanya boleh dimasuki oleh petugas yang berwenang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini, hasil penyelidikan sementara menunjukkan dua kemungkinan kuat penyebab musibah ini, yakni korsleting arus pendek listrik atau kebocoran pada instalasi tabung gas rumah tangga. Namun, kepastian penyebab utama baru akan diumumkan setelah tim melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sisa-sisa bangunan dan barang yang terbakar. Di sisi lain, keterlibatan aktif masyarakat dan kecepatan penanganan petugas dinilai menjadi faktor utama agar api tidak meluas ke kawasan yang lebih luas.
Pasca kejadian, sejumlah langkah antisipasi dan rekomendasi telah dikeluarkan aparat keamanan. Diperkirakan ada risiko keamanan berupa potensi pencurian di malam hari di lokasi puing-puing bangunan, sehingga peningkatan patroli dilakukan secara ketat. Selain itu, disarankan agar pemerintah kecamatan dan dinas sosial segera membuka posko darurat untuk menampung dan mendata kebutuhan korban, serta meredam gejolak sosial agar masyarakat tidak saling menyalahkan dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
Laporan : Tholud
