Wakil Bupati Paser H. Kaharuddin, S.E, Pimpin Rapat Penanganan Karhutla

Tana Paser – Kaltim, ANTPNEWS110.COM — Dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dalam beberapa pekan ini makin parah dan mengakibatkan bencana kabut asap di wilayah Kabupaten Paser, menjadi perhatian serius Wakil Bupati Paser.
Hal itu dengan digelarnya rapat terbatas upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Paser yang langsung dipimpin Wabup H Kaharuddin di ruang kerja Bupati Paser, Jumat (20/9) pagi.
Rapat terbatas atau hanya interen jajaran Pemkab yang digelar secara tiba-tiba oleh Wabup ini, dihadiri Sekda Paser Katsul Wijaya, Asisten Umum Setda Paser Arif Rahman, Kepala Satpol PP Heriansyah Indris, Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser Edwar Efendi serta unsur PMK, BPKAD dan Bappeda.
Yang menarik, selain membahas perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang diharapkan Wabup dilakukan secara terpadu dengan unsur-unsur terkait, juga dibahas terkait terbatasnya anggaran bahan bakar minyak dan kerusakan alat pemadaman baik milik PMK maupun BPBD .
Setelah mendengarkan laporan baik Sekda, Asisten Umum, Kepala Satpol PP dan BPBD, Wabup Kaharuddin meminta anggaran tanggap darurat dapat dimanfaatkan untuk penanganan karhutla dan termasuk pembelian selang yang harus dilakukan karena dilaporkan hampir semua mengalami ke bocoran.
Sedangkan untuk jangka panjang pada anggaran tahun 2020, Kaharuddin meminta untuk melakukan koordinasi, sehingga alokasikan penganggaran dalam APBD 2020 untuk kegiatan pencegahan dan pengendalian bencana diantarnya kebakaran dapat lebih maksimal.
Terkait penangannya, Wabup ditemui mengaku saat ini pihak BPBD, Satpol PP, Polres, Kodim dan Manggala Akni sudah maksimal. Karena itu, meminta kepada masyarakat agar bisa membantu mengawasi lahan –lahan yang berpotensi terbakar.
“BPBD bersama Satpol PP dan unsur lainnya seperti Polres, Kodim dan Manggala Akni serta pihak lain yang terlibat sejauh ini sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” sebut Wabup.
Selanjutnya Wabup juga meminta jajarannya agar penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Paser harus melibatkan seluruh stake holder, seperti badan usaha/pihak perusahaan, dan masyarakat atau unsur masyarakat.
“Karena upaya pengendalian karhutla tidak akan berhasil secara efektif dan optimal tanpa peran serta dan komitmen yang kuat dari semua pihak,” pungkasnya. (humas)
Laporan : Febry Andik
