Ustadz Tuan Guru Prof. H. Abdul Somad Pimpin Tabligh Akbar Peringatan 1 Muharram 1448 H di Balikpapan

Balikpapan – KALTIM – Antpnews110.com – Sebagai bentuk rasa syukur dan perenungan keagamaan, Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah diselenggarakan pada Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 21.15 Wita. Lokasi kegiatan berlangsung di Masjid Madinatul Iman Islamic Center Balikpapan yang terletak di Jalan Belibis, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Penceramah utama dalam acara ini adalah Ustadz Tuan Guru Prof. H. Abdul Somad, yang menyampaikan materi mendalam mengenai makna, sejarah, dan hikmah perjalanan umat Islam. Sebanyak 2.500 orang jamaah hadir memenuhi ruang dan halaman masjid, mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan kekhusyukan.
Dalam kesempatan tersebut, hadir secara langsung Walikota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud dan Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo beserta istri. Kehadiran pimpinan daerah ini memberikan dukungan kuat terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan yang menjadi perekat persatuan warga kota.
Dari unsur legislatif, hadir Ketua DPRD Kota Balikpapan H. Alwi Al Qadri, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur H. Yusuf Mustofa, serta Wakil Ketua I DPRD Balikpapan Yono Suherman. Mereka turut serta mendengarkan pesan keagamaan yang disampaikan untuk dijadikan pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Unsur penegak hukum dan lembaga peradilan juga terwakili oleh Kepala Kejaksaan Negeri Balikpapan Dr. Andri Irawan dan Ketua Pengadilan Agama Balikpapan H. Achmad Fanani. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen dalam mendukung penguatan nilai-nilai luhur agama dan budaya.
Lembaga yang bergerak di bidang keagamaan dan sosial hadir melalui Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan H. Masrivani serta Kepala Badan Amil Zakat Nasional Balikpapan Abdul Rosyid Bustomi. Keduanya turut serta mendukung suksesnya acara yang mengandung nilai ibadah dan kemanusiaan.
Perwakilan dari jajaran Tentara Nasional Indonesia juga hadir, yaitu Kepala Bintaljarahdam VI/Mlw Kolonel Kav Abdul Mufid, Komandan Lanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb Kisworo, Komandan Lanal Balikpapan Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo, serta Komandan Koramil 0905-03 Mayor Ctp Ribut Hadi Purnomo. Kehadiran mereka turut menjaga ketertiban dan keamanan selama acara berlangsung.
Selain itu, hadir pula Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali, Asisten I Bidang Pemerintahan Zulkifli, Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Andi Muhammad Yusri Ramli, serta Anggota Komisi I DPRD Balikpapan H. Andi Arif Agung.
Menyempatkan hadir dalam kesempatan ini adalah Imam Besar Masjid Islam Center Balikpapan KH. Jaelani Mawardi, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala instansi pemerintah daerah, serta jamaah yang telah hadir sejak sore hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan ini.
Pada sesi ceramah, Ustadz Tuan Guru Prof. H. Abdul Somad menjelaskan latar belakang sejarah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lahir pada masa yang dikenal sebagai Tahun Gajah. Saat itu, masyarakat Arab belum memiliki sistem penanggalan tahunan yang tetap dan hanya menyebut waktu berdasarkan urutan bulan.
Beliau menguraikan bahwa penetapan tahun Hijriah baru terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Berawal dari usulan Abu Musa Al-Asy’ari, kemudian dibahas bersama para sahabat, akhirnya diputuskan menurut pandangan Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa peristiwa hijrah menjadi titik awal penanggalan. Hijrah dipilih karena menjadi momen perubahan besar dari zaman kebodohan menuju zaman terang benderang iman.
Ustadz Abdul Somad menambahkan bahwa dari peristiwa itu terlihat teladan musyawarah dan kerendahan hati seorang pemimpin. Khalifah Umar tidak memutuskan sendirian, melainkan mendengarkan masukan sahabat. Beliau mengingatkan, warisan terbaik yang ditinggalkan seseorang bukanlah jabatan, melainkan akhlak dan keteladanan yang baik.
Makna hijrah juga diperluas sebagai perubahan sikap, bukan sekadar berpindah tempat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda bahwa orang yang berhijrah adalah yang menjauhi segala larangan Allah. Tahun Baru Hijriah menjadi momen tepat untuk memperbaiki diri, memperkuat takwa, dan melaksanakan taubat yang sungguh-sungguh.
Beliau juga mengingatkan agar keluarga tidak menutupi kasus anggota keluarga yang terjerat narkoba, melainkan segera mengupayakan bantuan dan rehabilitasi. Selain itu, umat diajak membina generasi muda agar terhindar dari maksiat, senantiasa berdoa wafat dalam keadaan husnul khatimah, dan menjaga iman hingga akhir hayat.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin dengan khusyuk. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar hingga berakhir pada pukul 22.45 Wita. Diharapkan peringatan ini membawa manfaat dan menjadi motivasi bagi seluruh warga Balikpapan untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupan bermasyarakat.
Laporan : Tholud
