Peringatan HANI 2026 di Balikpapan: BNN Luncurkan Program Ananda Bersinar, Pemusnahan Barang Bukti Simbolis Dilaksanakan
Balikpapan – KALTIM – Antpnews110.com – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 resmi digelar di Kota Balikpapan, berpusat di Ruang Rapat Kantor BNN Kota Balikpapan, Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kamis (23/07/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 Wita ini dilaksanakan secara terhubung dengan pusat melalui sistem konferensi video yang dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI.
Hadir mewakili Pemerintah Kota Balikpapan Asisten I Bidang Pemerintahan Zulkipli, Kepala BNN Kota Balikpapan Kombes Pol. Bonifasio Rio Rahadianto, serta perwakilan dari unsur pengamanan dan penegak hukum. Di antaranya adalah Kasat Resnarkoba Polresta Balikpapan AKP Firman Ernant, Dandepom Lanal Balikpapan Mayor Laut (PM) Arisman, dan Dansatpom Lanud Dhomber Mayor Pom Antonius Ary Prasetyo.
Turut hadir jajaran Kejaksaan Negeri Balikpapan, Pengadilan Negeri Balikpapan, perwakilan instansi vertikal, kepala Organisasi Perangkat Daerah, serta tamu undangan lainnya. Rangkaian acara diawali dengan penyambutan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago yang hadir mewakili Presiden Republik Indonesia.
Sebelum masuk ke acara inti, rombongan meninjau pameran BNN Expo serta barang bukti berupa uang tunai hasil tindak pidana pencucian uang senilai Rp.165 miliar dan berbagai jenis narkotika. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemusnahan barang bukti secara simbolis, sebagai bentuk ketegasan negara memutus rantai peredaran narkotika.
Kegiatan kemudian berpindah ke Gelanggang Olahraga untuk melaksanakan acara inti. Susunan acara berlanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, mengheningkan cipta, serta penayangan video profil pelaksanaan HANI 2026. Penampilan paduan suara turut memeriahkan suasana dengan membawakan Mars Anti Narkotika.
Kepala BNN RI dalam laporannya menekankan bahwa narkotika menjadi ancaman nyata yang dapat merusak cita-cita Indonesia Emas 2045. Data menunjukkan kelompok usia remaja hingga dewasa muda menjadi sasaran utama sindikat narkotika, di saat mereka justru menjadi tulang punggung pembangunan di masa mendatang. Berbagai jenis zat berbahaya baru kini semakin mudah ditemukan, termasuk yang dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik.
Oleh karena itu, BNN meluncurkan program Ananda Bersinar untuk memperkuat perlindungan terhadap anak dan remaja melalui pendekatan keluarga, sekolah, serta lingkungan masyarakat. Dukungan juga diberikan melalui layanan rehabilitasi yang humanis bagi korban penyalahgunaan, serta pengembangan ekonomi alternatif bagi masyarakat di wilayah rawan budidaya tanaman terlarang.
Sepanjang satu tahun terakhir, BNN telah berhasil mengamankan lebih dari 12 ton barang bukti narkotika dan menyita aset hasil kejahatan senilai ratusan miliar rupiah. Berbagai jaringan internasional juga telah berhasil dilumpuhkan melalui kerja sama dengan negara sahabat, termasuk penangkapan buronan di luar negeri.
Dalam arahannya, Menko Polkam Djamari Chaniago mengingatkan bahwa perang melawan narkotika tidak boleh berjalan lambat di tengah kecepatan modus kejahatan yang terus berubah. Ia menyoroti penggunaan rokok elektrik yang kini kerap dijadikan sarana penyalahgunaan zat berbahaya, dan meminta seluruh instansi terkait segera memperketat pengawasan hingga kebijakan impor.
Pemerintah pusat juga berkomitmen meningkatkan dukungan sarana prasarana, teknologi, dan sumber daya manusia bagi BNN serta aparat penegak hukum lainnya. Seluruh elemen diminta bergerak terpadu tanpa sekat kepentingan, mengingat keberhasilan pemberantasan narkotika adalah tanggung jawab seluruh bangsa, bukan hanya satu instansi saja.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjauhkan generasi muda dari narkotika adalah investasi terbesar bagi masa depan negara. Sebaliknya, jika hal ini diabaikan, maka cita-cita menjadi negara maju hanya akan menjadi angan-angan semata.
Kegiatan peringatan HANI 2026 di Balikpapan berakhir pukul 11.30 Wita dengan suasana tertib dan aman. Kegiatan ini sekaligus memperkuat tekad bersama menjadikan Kota Balikpapan, sebagai wilayah strategis penyangga Ibu Kota Nusantara, tetap bersih dari ancaman narkotika demi kesejahteraan seluruh masyarakat.
Laporan : J. Claudia Senewe
